Simeulue, 29 April 2026 — Rangkaian kegiatan field trip dan pengabdian masyarakat Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) di Kabupaten Simeulue kian komprehensif. Setelah menjelajahi sektor perikanan, industri kelapa, hingga wisata alam, mahasiswa kini menelusuri sektor strategis lainnya, yakni perkebunan kelapa sawit.

Sebanyak 83 mahasiswa angkatan 2024 bersama dosen pendamping melanjutkan agenda dengan mengunjungi lahan dan pabrik kelapa sawit milik PT Raja Marga yang berlokasi di Desa Lauket, Kecamatan Simeulue Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung proses pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), serta memahami sistem manajemen perkebunan modern.

Perusahaan yang dipimpin oleh Direktur William dan Wakil Direktur Ahua tersebut diketahui telah mengembangkan lahan perkebunan sawit sejak tahun 2019 hingga 2024 dengan luas mencapai sekitar 1.200 hektare dan terus berkembang hingga ribuan hektare. Hal ini menunjukkan peran penting sektor perkebunan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Simeulue.
Di lapangan, rombongan disambut oleh tim operasional kebun, yakni Manager Kebun Zul Hidayat, bersama Asisten Mundaris dan tim administrasi kebun. Mereka memberikan penjelasan teknis mengenai pengelolaan kebun, mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga proses panen dan distribusi hasil.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada tahapan pengolahan di pabrik, mulai dari penerimaan bahan baku, proses perebusan (sterilization), perontokan (threshing), pengepresan (pressing), hingga pemurnian minyak. Selain itu, mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai pengelolaan limbah, efisiensi energi, serta tantangan operasional di wilayah kepulauan.

Ketua delegasi, Kepala Departemen Teknik Pertanian USK, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi bagian penting dalam memahami integrasi sektor hulu dan hilir dalam industri sawit.

“Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis nasional. Mahasiswa perlu memahami tidak hanya aspek budidaya, tetapi juga proses industri dan manajemen pengolahan agar mampu menghadirkan inovasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Diketahui, PT Raja Marga telah membuka dan mengelola lahan perkebunan sawit seluas sekitar 1.200 hektare, bahkan berkembang hingga ribuan hektare dalam kurun waktu 2019–2024. Kehadiran perusahaan ini dinilai memberikan kontribusi terhadap perekonomian lokal, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan pengembangan wilayah.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian sebelumnya, di mana mahasiswa telah mengunjungi Instalasi Karantina Ikan Koperasi Konsumen Syariah Wira Jaya Simeulue untuk mempelajari sistem biosekuriti, melakukan observasi ke penangkaran lobster, serta mengamati proses pengolahan tepung kelapa di CV Rezeki Besamah. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan menikmati keindahan sebagai bagian dari pengenalan potensi wisata daerah.

Selama kegiatan berlangsung, rombongan juga didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Samsuar, SP, yang secara aktif mendukung dan mendampingi seluruh rangkaian kegiatan field trip. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bukti kuat sinergi antara akademisi dan pemangku kebijakan dalam mendorong pembangunan sektor pertanian.

Seluruh Kegiatan ini juga didampingi oleh dosen, yakni Dr. Safrizal, S.T., M.Si, Dr. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si, Dr. T. Ferijal, S.TP., M.Sc, dan Mardiantono, S.TP., M.Si, yang secara aktif membimbing mahasiswa dalam memahami aspek teknis dan manajerial di lapangan.

Sebelumnya, rombongan juga telah disambut oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue yang diwakili Wakil Bupati Nusar Amin, S.Pd., mewakili Bupati Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H., serta dihadiri Sekretaris Daerah Asludin, S.E., M.Kes.

Dengan rangkaian kegiatan yang menyeluruh ini, mahasiswa Teknik Pertanian USK memperoleh pengalaman nyata dalam memahami sistem pertanian terpadu, mulai dari sektor perikanan, agroindustri kelapa, hingga perkebunan sawit. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadirkan solusi inovatif bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di daerah kepulauan seperti Simeulue.

Leave a comment