
NTT – Keterbatasan ekonomi tak memadamkan semangat seorang ayah di Nusa Tenggara Timur untuk menyekolahkan anaknya. Demi memenuhi aturan seragam, ia rela mengoleskan arang bekas penggorengan ke kaki anaknya agar terlihat seperti memakai kaus kaki.
Kisah ini viral setelah dibagikan http://Liputan6.com. Dalam foto yang beredar, tampak kaki seorang anak bernama Marciano yang diolesi arang hitam di bagian mata kaki sebelum berangkat sekolah. Olesan itu dilakukan sang ayah karena keluarga tidak mampu membeli kaus kaki.
“Agar Marciano seolah-olah menggunakan kaus kaki saat berangkat sekolah, sang ayah mengoleskan arang dari pantat penggorengan di kaki anak tersebut,” tulis http://Liputan6.com dalam beritanya.
Kejadian ini memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang terharu dengan perjuangan sang ayah, sekaligus prihatin dengan kondisi akses pendidikan dan ekonomi di daerah 3T – Tertinggal, Terdepan, Terluar.
Konteks Kemiskinan & Pendidikan di NTT
NTT memang konsisten masuk 5 besar provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Data BPS 2024 mencatat tingkat kemiskinan NTT masih di atas 19%, jauh di atas rata-rata nasional 9%.
Masalah seragam dan kelengkapan sekolah sering jadi beban tambahan bagi keluarga miskin. Padahal Permendikbud No. 50 Tahun 2022 mewajibkan sekolah negeri tidak memaksa siswa membeli seragam di tempat tertentu. Namun di lapangan, aturan seragam lengkap termasuk kaus kaki masih ketat diterapkan.
Kisah Marciano dan ayahnya mengingatkan kita bahwa “gratis pendidikan” belum sepenuhnya gratis jika biaya seragam, sepatu, dan ATK masih jadi kendala. Banyak komunitas dan NGO di NTT seperti Yayasan BaKTI dan Kitong Bisa yang kini fokus membantu penyediaan perlengkapan sekolah gratis bagi anak kurang mampu.
Semoga cerita ini jadi pengingat: di balik statistik kemiskinan, ada perjuangan nyata orang tua yang hanya ingin anaknya dapat pendidikan layak.
Sumber: http://Liputan6.com. Data kemiskinan: http://BPS.go.id 2024
Mau aku buatin versi singkatnya buat caption Instagram/TikTok juga?

Leave a comment