
Simeulue, 28 April 2026 — Rangkaian kegiatan field trip dan pengabdian masyarakat Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) di Kabupaten Simeulue tidak hanya berfokus pada sektor industri dan perikanan, tetapi juga menyentuh potensi wisata alam sebagai bagian dari pembangunan wilayah berbasis sumber daya lokal.
Setelah mengamati proses pengolahan tepung kelapa di pabrik CV Rezeki Besamah, rombongan mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi salah satu destinasi unggulan daerah, yaitu Pantai Pasir Tinggi.
Pantai yang terletak di Desa Pasir Tinggi, Kecamatan Teupah Selatan ini dikenal sebagai destinasi tersembunyi dengan keindahan alam yang masih sangat alami. Hamparan pasir putih bersih berpadu dengan birunya laut yang jernih menciptakan lanskap eksotis yang jarang tersentuh aktivitas wisata massal.
Suasana yang tenang dan jauh dari keramaian menjadikan pantai ini sebagai tempat ideal untuk relaksasi. Mahasiswa memanfaatkan momen ini untuk refreshing setelah menjalani serangkaian kegiatan lapangan yang cukup intens, sekaligus mengamati potensi pengembangan wisata berbasis lingkungan.
Salah satu mahasiswa peserta menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya integrasi antara sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.
“Tidak hanya belajar teknologi pertanian, kami juga melihat bagaimana potensi wisata seperti ini bisa dikembangkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Selain menikmati panorama alam, mahasiswa juga melakukan diskusi ringan mengenai peluang pengembangan ekowisata di wilayah pesisir Simeulue. Aktivitas seperti fotografi, observasi lingkungan, serta interaksi dengan masyarakat sekitar menjadi bagian dari pengalaman belajar yang holistik.
Ketua delegasi, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk aspek akademik semata, tetapi juga untuk membangun kepekaan mahasiswa terhadap potensi daerah.
“Simeulue memiliki kekayaan luar biasa, tidak hanya dari sisi pertanian dan perikanan, tetapi juga pariwisata. Mahasiswa harus mampu melihat peluang ini sebagai bagian dari sistem pembangunan terpadu,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan ini melengkapi agenda sebelumnya, mulai dari kunjungan ke instalasi karantina ikan, penangkaran lobster, hingga industri pengolahan kelapa. Dengan demikian, mahasiswa mendapatkan gambaran utuh mengenai rantai nilai dari hulu ke hilir, termasuk potensi diversifikasi ekonomi melalui sektor wisata.
Pantai Pasir Tinggi sendiri kerap disebut sebagai salah satu “permata tersembunyi” di Pulau Simeulue. Keindahan alamnya yang masih murni serta suasana damai menjadikannya lokasi yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Pertanian USK tidak hanya membawa pulang pengalaman akademik, tetapi juga wawasan luas tentang bagaimana membangun sinergi antara teknologi, lingkungan, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah kepulauan seperti Simeulue.

Leave a comment