
Simeulue, 30 April 2026 — Rangkaian lanjutan field trip dan pengabdian masyarakat Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menghadirkan pengalaman lapangan yang komprehensif. Kali ini, mahasiswa melakukan kunjungan langsung ke pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Raja Marga yang berlokasi di Desa Lauke, Sinabang, Simeulue.
Kunjungan ini turut didampingi oleh Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, S.Pd., Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Samsuar, SP, serta dipandu langsung oleh Manajer Pabrik di lokasi. Kehadiran unsur pemerintah daerah memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor industri dalam pengembangan pertanian berbasis hilirisasi.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan rinci mengenai alur proses pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO). Proses diawali dari unit loading ramp, yaitu tahap penerimaan bahan baku, sekaligus dilakukan sortasi dan grading untuk memastikan kualitas TBS yang masuk ke pabrik.

Selanjutnya, TBS diproses di unit perebusan (sterilisasi). PT Raja Marga menggunakan empat unit alat perebusan vertikal. Proses ini bertujuan untuk memecah struktur pembuluh pada buah sawit sehingga minyak lebih mudah keluar, sekaligus menonaktifkan enzim agar tidak terjadi hidrolisis yang dapat meningkatkan kadar Asam Lemak Bebas (ALB).
Dari unit perebusan, material kemudian masuk ke unit thresher untuk proses pemipilan, yakni memisahkan buah (brondolan) dari janjang kosong. Janjang kosong selanjutnya dikirim ke unit pembakaran atau dibuang sementara, sedangkan buah sawit diteruskan ke unit digester untuk proses pencincangan.
Tahap berikutnya adalah unit pengepresan, di mana PKS menggunakan sistem screw press (press ulir) untuk mengekstrak minyak secara fisik dari daging buah. Minyak hasil ekstraksi kemudian dialirkan ke unit penyaringan (filtering) menggunakan metode vibrating filter guna memisahkan kotoran dari minyak.
Minyak sawit mentah (CPO) yang dihasilkan selanjutnya melalui proses pemurnian sebelum disimpan di storage tank. Dari sini, CPO akan didistribusikan ke pabrik lanjutan karena masih merupakan produk setengah jadi yang memerlukan proses lebih lanjut hingga menjadi produk konsumsi.

Sementara itu, inti sawit (kernel/nut) dipisahkan dan dikirim ke pabrik pengolahan lanjutan di Medan untuk diolah menjadi produk turunan lainnya.
Ketua delegasi, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan pemahaman utuh kepada mahasiswa mengenai sistem industri kelapa sawit modern.
“Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi melihat langsung bagaimana proses industri berjalan secara sistematis, mulai dari bahan baku hingga produk antara. Ini penting untuk membentuk kompetensi mereka sebagai calon insinyur pertanian,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Simeulue, Samsuar, SP, yang turut mendampingi selama kegiatan, juga mengapresiasi kehadiran mahasiswa dan dosen USK. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dalam mendorong pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di Simeulue.
Kunjungan ke PKS ini menjadi penutup rangkaian kegiatan lapangan mahasiswa USK yang sebelumnya telah menjelajahi berbagai sektor, mulai dari perikanan, industri pengolahan kelapa, hingga wisata alam. Dengan pengalaman ini, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan komprehensif tentang rantai nilai pertanian dari hulu hingga hilir, serta siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Leave a comment