
Banda Aceh, 10 Oktober 2025 — Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Applied Approach (AA) Tahun 2025, yang berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 Oktober 2025 di Ruang Seminar Lantai 3 UPT Perpustakaan dan E-Learning USK. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.
Pelatihan AA merupakan program lanjutan dari PEKERTI (Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional) yang ditujukan bagi dosen untuk memperdalam kemampuan pedagogik, inovasi pembelajaran, serta penyusunan perangkat ajar modern berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Sebanyak 48 dosen dari berbagai fakultas di USK turut ambil bagian dalam pelatihan ini, termasuk dari Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dari Fakultas Pertanian sendiri, beberapa dosen yang ikut dalam kegiatan ini antara lain Dr. Ir. Bakhtiar, S.P., M.Si. (Agroteknologi) yang juga sebagai Kepala Pusat Pengembangan Akreditasi LPM USK
Program pelatihan ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Suhendrayatna, M.Eng. selaku penanggung jawab kegiatan, dengan dukungan tim penyusun dari LPM USK di bawah koordinasi Dr. Yanis Rinaldi, S.H., M.Hum. dan Dr. Andi Ulfa Tenri Pada, S.Pd., M.Pd.
Selama lima hari pelaksanaan, para peserta menerima berbagai materi mendalam yang disampaikan oleh para pakar pendidikan dan akademisi senior USK, seperti Prof. Dr. Adlim, M.Sc., Prof. Dr. Rahmah Johar, M.Pd., Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, M.Tech., Prof. Dr. M. Hasan, M.Si., dan Prof. Dr. Asnawi, S.Pd., M.Ed.

Topik pelatihan mencakup Rekonstruksi Mata Kuliah, Asesmen Alternatif, Penulisan Buku Ajar, Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Media Pembelajaran Berbasis E-Learning, serta Public Speaking untuk Efektivitas Proses Belajar Mengajar (PBM). Peserta juga dilatih untuk membuat rancangan evaluasi pembelajaran, kontrak kuliah, dan rencana pengembangan konten e-learning sebagai bagian dari tugas terstruktur.
Ketua LPM USK, Prof. Suhendrayatna, menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam menghadapi dinamika pendidikan modern.
“Pelatihan AA bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata membentuk dosen yang kreatif, reflektif, dan inovatif dalam mengelola pembelajaran berbasis hasil (Outcome-Based Education),” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Bambang Sukarno Putra, S.TP., M.Si., sebagai pengelola TPMA dan ORMAWA Departemen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian, menyebut kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam merancang sistem pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif.
Pelatihan AA diakhiri dengan evaluasi dan penugasan mandiri yang wajib diselesaikan dalam waktu dua minggu pasca kegiatan. Peserta yang memenuhi seluruh persyaratan akan memperoleh sertifikat kompetensi pedagogik, sebagai bukti kelayakan profesional dosen dalam pengajaran dan pengembangan kurikulum di USK.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala menegaskan perannya sebagai kampus unggul yang berorientasi pada mutu pembelajaran, inovasi, dan profesionalisme dosen.

Leave a comment