Jakarta – Ratusan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026). Massa yang mayoritas mengenakan pakaian berwarna pink melakukan long march menuju Istana Kepresidenan untuk menyampaikan berbagai tuntutan ekonomi kepada pemerintah.
Dalam aksi tersebut, massa sempat berhadapan dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di sekitar Bundaran HI. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial dan sejumlah laporan lapangan, massa berhasil melewati barikade pengamanan. Situasi sempat memanas ketika dorongan dari peserta aksi menyebabkan seorang polisi wanita (Polwan) yang berada di barisan depan kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Meski demikian, aparat dan koordinator lapangan berupaya menjaga agar aksi tetap berlangsung secara damai. Tidak lama setelah insiden tersebut, massa kembali melanjutkan perjalanan menuju kawasan Istana Negara.
Suarakan Keluhan Ekonomi Rumah Tangga
Aliansi Perempuan Indonesia menyatakan aksi ini lahir dari keresahan para ibu rumah tangga terhadap meningkatnya biaya hidup. Mereka menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, dan berbagai kebutuhan rumah tangga yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.
Selain menuntut penurunan harga pangan dan kebutuhan pokok, massa juga meminta pemerintah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta memperkuat perlindungan ekonomi bagi kelompok masyarakat rentan.
Salah seorang peserta aksi menyebut bahwa perempuan merupakan kelompok yang paling merasakan dampak kenaikan biaya hidup karena berhadapan langsung dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Melanjutkan Gelombang Aksi di Bundaran HI
Aksi perempuan ini berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas demonstrasi di kawasan Bundaran HI dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, berbagai organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil juga menggelar aksi bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” dengan tuntutan penurunan harga BBM, kebutuhan pokok, serta kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
Pada aksi mahasiswa yang berlangsung 12 Juni lalu, massa juga sempat mengalami pembatasan pergerakan menuju Bundaran HI sebelum akhirnya melakukan demonstrasi hingga malam hari.
Aksi perempuan di Bundaran HI mendapat perhatian luas di media sosial. Sejumlah warganet menilai keterlibatan para ibu rumah tangga menunjukkan bahwa persoalan ekonomi telah dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput. Diskusi di berbagai forum daring menggambarkan beragam respons, mulai dari dukungan terhadap tuntutan ekonomi hingga perdebatan mengenai metode penyampaian aspirasi di ruang publik.
Pengamat sosial menilai keterlibatan kelompok perempuan dalam demonstrasi berskala besar merupakan fenomena penting karena menunjukkan meluasnya partisipasi warga dalam isu-isu ekonomi nasional.
Melalui aksi tersebut, Aliansi Perempuan Indonesia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan biaya hidup, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan penciptaan lapangan kerja. Massa juga meminta agar ruang penyampaian aspirasi masyarakat tetap terbuka dan dijamin secara demokratis.

Leave a comment