Banda Aceh 18 Juni 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) mulai melakukan langkah pemulihan pascainsiden bentrokan dan pembakaran yang terjadi di lingkungan kampus pada Mei 2026. Setelah garis polisi (police line) dibuka untuk seluruh gedung di Fakultas Pertanian, pihak fakultas menginstruksikan proses pembersihan dan penataan kembali fasilitas yang terdampak agar aktivitas akademik dapat segera berjalan normal.

Sebelumnya, insiden bentrokan antara sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Pertanian (FP) USK pada 21 Mei 2026 mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas kampus. Beberapa bangunan dan sarana laboratorium mengalami kerusakan akibat aksi perusakan dan pembakaran yang terjadi pascakonflik antarmahasiswa tersebut.

Dalam perkembangan kasus tersebut, aparat kepolisian telah menetapkan dua mahasiswa Fakultas Teknik sebagai tersangka. Proses hukum masih terus berlangsung, sementara pihak universitas berupaya mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang terdampak.

Melalui surat imbauan yang ditandatangani Dekan Fakultas Pertanian USK, seluruh dosen dan tenaga kependidikan diminta untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan gedung yang terdampak. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026.

Pembersihan akan difokuskan pada Gedung A, B, C, F, G, dan H, terutama pada ruang program studi serta laboratorium yang mengalami kerusakan. Sementara itu, aktivitas pembelajaran dan administrasi untuk sementara masih dipusatkan di Gedung D guna menjamin kelancaran layanan akademik.

“Pembersihan dilakukan oleh tim masing-masing program studi dan laboratorium dengan mengumpulkan material sisa kerusakan seperti kaca, besi, dan material lainnya pada satu titik yang aman serta mudah dijangkau untuk proses pembuangan,” demikian salah satu poin dalam arahan fakultas.

Demi menjamin keselamatan selama proses pembersihan, seluruh petugas dan sivitas akademika yang terlibat diwajibkan menggunakan alat pelindung diri berupa sarung tangan dan sepatu kerja. Fakultas juga meminta agar kerusakan yang memerlukan penanganan teknis khusus, seperti pintu dan jendela yang rusak berat atau kaca yang membutuhkan perbaikan khusus, segera dilaporkan kepada tim umum dan teknisi fakultas.

Meski proses pemulihan telah dimulai, aktivitas laboratorium masih dibatasi. Pihak fakultas menegaskan bahwa penggunaan laboratorium hanya akan diizinkan setelah kondisi ruangan dinyatakan aman, bersih, dan layak digunakan.

Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof.Ir. Sugianto, M.Sc, Ph.D, menargetkan seluruh proses pembersihan dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari. Dengan demikian, pada Senin, 22 Juni 2026, ruang-ruang yang terdampak diharapkan sudah dapat difungsikan kembali untuk mendukung kegiatan akademik dan penelitian.

Langkah percepatan pemulihan ini mendapat perhatian berbagai pihak mengingat Fakultas Pertanian merupakan salah satu fakultas terbesar di USK yang memiliki berbagai laboratorium penelitian dan pusat kegiatan akademik mahasiswa. Pemulihan fasilitas menjadi penting agar tidak mengganggu proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pihak universitas juga terus mengimbau seluruh mahasiswa untuk menjaga kondusivitas kampus serta menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran bersama agar konflik serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Upaya rekonsiliasi, penguatan komunikasi antarmahasiswa, dan penegakan aturan kampus diharapkan dapat menciptakan lingkungan akademik yang aman, damai, dan produktif bagi seluruh sivitas akademika USK.

#USKBangkit
#FakultasPertanianUSK
#PemulihanKampus
#KampusDamai

Leave a comment