Banda Aceh 18 Juni 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) kembali akan menyelenggarakan The 8th International Conference on Agriculture and Bio-Industry (ICAGRI) 2026 pada 7–8 Oktober 2026. Konferensi internasional ini mengusung tema “Bridging Agriculture and Forest Ecosystem through Sustainable Land Management for Climate Resilience” dan akan berlangsung secara hybrid (luring dan daring) di Gedung Academic Activity Center (AAC) serta Fakultas Pertanian USK.

Kegiatan ilmiah berskala internasional tersebut menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan dan hasil riset terkait pengembangan pertanian dan kehutanan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.

Ketua ICAGRI 2026, Prof. Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc., menyampaikan bahwa konferensi ini akan menghadirkan sejumlah pembicara utama dari dalam dan luar negeri yang memiliki reputasi internasional di bidang pertanian, kehutanan, biodiversitas, dan perubahan iklim.

Beberapa keynote speakers yang telah dikonfirmasi hadir antara lain:

  • Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI.
  • Prof. Hermann Behling, pakar Palynology and Climate Dynamics dari Georg-August-University Göttingen, Jerman.
  • Associate Professor Dr. Nik Fadzly Bin N. Rosely dari Universiti Sains Malaysia (USM).
  • Assistant Professor Yuta Hara, Ph.D. dari Tohoku University, Jepang.

Selain itu, sejumlah akademisi Fakultas Pertanian USK juga akan tampil sebagai invited speakers, mewakili berbagai bidang ilmu seperti ilmu tanah, agribisnis, peternakan, teknik pertanian, teknologi hasil pertanian, proteksi tanaman, kehutanan, dan agroteknologi.

Fokus Bahasan Konferensi

ICAGRI 2026 akan membahas berbagai isu strategis yang relevan dengan pembangunan pertanian dan lingkungan berkelanjutan, meliputi:

  • Teknologi pertanian adaptif terhadap perubahan iklim.
  • Kesehatan tanah, sekuestrasi karbon, dan pengelolaan lahan berkelanjutan.
  • Pengendalian hama dan penyakit tanaman di era perubahan iklim.
  • Pengembangan agribisnis dan rantai nilai pertanian yang tangguh.
  • Pertanian digital dan pertanian presisi.
  • Inovasi pascapanen dan pengurangan kehilangan hasil.
  • Pengelolaan hutan berkelanjutan dan agroforestri.
  • Pendekatan One Health dalam sistem peternakan dan kesehatan hewan.

Sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan, panitia ICAGRI 2026 telah menggelar rapat koordinasi pada 18 Juni 2026 di Meeting Room 2 Fakultas Pertanian USK. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis dan nonteknis guna memastikan kelancaran pelaksanaan konferensi internasional tersebut.

Jadwal Penting

Panitia juga telah menetapkan sejumlah tenggat waktu penting bagi peserta dan penulis artikel ilmiah:

  • Batas pengiriman abstrak: 20 Agustus 2026
  • Batas pengiriman full paper: 10 September 2026
  • Registrasi dan pembayaran: 20 September 2026
  • Batas revisi naskah: 20 September 2026
  • Pelaksanaan konferensi: 7–8 Oktober 2026

Melalui penyelenggaraan ICAGRI 2026, Fakultas Pertanian USK berharap dapat memperkuat jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendorong lahirnya solusi inovatif untuk mendukung ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan mitigasi perubahan iklim di tingkat global.

Reporter: tribunaceh6
Editor: Redaksi tribunaceh6

Leave a comment