
Banda Aceh 13 Juni 2026 — Ratusan jamaah memadati Masjid Jamik Al-Wustha, Dusun Rawasakti, Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026) pagi. Mereka hadir dalam Safari Subuh Sabtu (S3) yang digelar Yayasan Safari Subuh Sabtu — agenda rutin yang kian diminati warga sebagai ruang mempererat ukhuwah sekaligus memperdalam ilmu agama di penghujung pekan. Shalat Subuh berjamaah berlangsung khusyuk denfan diimami Ustadz Dzikran Amnar, Lc., M.A., sebelum tausyiah utama dimulai.
Tampil sebagai pemateri, Ust. Dr. Mujtahid Anwar, Lc., M.A. mengupas kandungan Surah Al-Ashr sebagai pedoman hidup muslim di tengah arus modernitas yang semakin cepat dan penuh tantangan. Meski tergolong salah satu surah terpendek dalam Al-Qur’an, ia menegaskan bahwa surah tersebut merangkum formula hidup yang padat dan mendasar agar seorang muslim tidak terjerumus dalam kerugian.
“Allah SWT membuka surah ini dengan sumpah atas nama waktu. Itu bukan tanpa alasan. Waktu adalah nikmat yang sangat berharga, namun justru paling sering disia-siakan manusia,” ujarnya. Ia menambahkan, para ulama telah mengingatkan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah berkurangnya keberkahan waktu — hari-hari terasa semakin singkat, namun amal kebaikan kian berkurang.
Mujtahid Anwar menyampaikan tiga pesan utama yang ia tarik dari Surah Al-Ashr. Pesan pertama adalah memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui iman dan ibadah yang konsisten. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Imam Tirmidzi bahwa siapa yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir hingga matahari terbit lalu menunaikan shalat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala setara haji dan umrah yang sempurna. “Kita sudah hadir di sini pagi ini. Maka sempurnakanlah dengan zikir dan shalat Dhuha,” ajaknya kepada jamaah.
Pesan kedua adalah menjaga waktu dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Menurutnya, tantangan umat Islam saat ini bukan hanya kesibukan kerja, tetapi juga kebiasaan menghabiskan waktu di depan layar gawai tanpa tujuan yang jelas. Ia mengajak jamaah menerapkan digital minimalis, yakni menggunakan media sosial sesuai kebutuhan, bukan membiarkan diri dikendalikan oleh teknologi hingga lalai dari ibadah, keluarga, maupun aktivitas yang lebih bernilai. “Teknologi adalah alat, bukan tuan. Kita yang harus mengendalikannya, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Pesan ketiga ialah membangun budaya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, sebagaimana firman Allah SWT, watawaashau bil-haqq wa tawaashau bish-shabr. Mengutip penjelasan Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi, Mujtahid Anwar menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki titik lemah yang berbeda-beda — ada yang diuji oleh harta, jabatan, syahwat, maupun persoalan lainnya — sehingga setiap muslim membutuhkan lingkungan yang berani saling mengingatkan ketika mulai menyimpang dari jalan yang benar. “Teman yang baik bukan yang selalu berkata manis, tetapi yang berani mengingatkan ketika kita keliru. Nasihat mungkin terasa pahit, tapi itulah bukti kasih sayang sesama muslim,” katanya.
Ia juga mengingatkan tradisi para sahabat Rasulullah SAW yang membiasakan membaca Surah Al-Ashr setiap kali bertemu dan berpisah sebagai pengingat agar waktu yang singkat tidak berlalu sia-sia. Menutup tausyiahnya, Mujtahid Anwar mengajak seluruh jamaah memperbarui keimanan dengan memperbanyak kalimat Laa ilaaha illallah, menjaga shalat berjamaah, serta menjadikan Surah Al-Ashr sebagai bahan muhasabah dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga kita termasuk orang-orang yang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan tidak menjadi golongan yang merugi sebagaimana diperingatkan Allah SWT dalam Surah Al-Ashr,” pungkasnya.
Usai tausyiah, Ketua BKM Masjid Jamik Al-Wustha, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., bersama Ulee Jurong Rawa Sakti, Ust. Mirza Nanda, S.Pd., mengajak seluruh jamaah menikmati sarapan khas bu guri hangat yang ditemani sajian kopi segar dari dapur Warkop Sagoe Al-Wustha. Jamaah dan warga sekitar turut difasilitasi layanan kesehatan syar’i oleh Komunitas Thibbun Nabawi Aceh. Sejumlah warga terlihat antusias berkonsultasi dan menjalani berbagai terapi, mulai dari bekam, ruqyah, totok punggung, kretek, hingga gurah, melengkapi suasana pagi yang penuh keberkahan di lingkungan masjid.

Leave a comment