JAKARTA 8 Juni 2026 – Informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya pemesanan 700 juta butir telur dari China untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak benar atau hoaks. Klarifikasi ini disampaikan setelah muncul berbagai unggahan yang menarasikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengimpor telur dalam jumlah besar dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan program strategis nasional tersebut.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis justru dirancang untuk memberdayakan dan menyerap hasil produksi petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha pangan lokal di Indonesia. Karena itu, isu mengenai impor 700 juta telur dari China dinilai tidak memiliki dasar fakta dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, pelajar, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Dalam pelaksanaannya, pemerintah berupaya membangun rantai pasok pangan yang melibatkan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.

Kabar bohong mengenai impor telur tersebut diduga muncul akibat penyalahartian informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi kepada sumber resmi. Padahal, pemerintah berkali-kali menegaskan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk MBG akan dipenuhi melalui produksi nasional yang tersedia di berbagai daerah.

Sejumlah pengamat menilai penyebaran hoaks terkait sektor pangan perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan keresahan di kalangan peternak dan masyarakat. Informasi yang tidak benar juga berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap program pemerintah yang sedang berjalan.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi yang beredar di media sosial. Sebelum mempercayai suatu informasi, penting untuk memeriksa kebenarannya melalui sumber resmi pemerintah, lembaga terkait, maupun media massa yang kredibel.

Berdasarkan penelusuran dan klarifikasi yang diberitakan ANTARA, narasi yang menyebut BGN memesan 700 juta telur dari China untuk Program Makan Bergizi Gratis merupakan informasi palsu. Pemerintah memastikan bahwa program tersebut tetap mengutamakan pemanfaatan produk pangan dalam negeri dan mendukung penguatan ekonomi masyarakat lokal.

Editor: Redaksi tribunaceh6

Leave a comment