
Kembang Tanjung, Pidie — Tim dosen Universitas Syiah Kuala (USK) dari berbagai program studi dan fakultas sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Olahan Ikan untuk Produk Makanan Bergizi di Kabupaten Pidie”. Kegiatan yang masuk dalam skema Community Development International Inbound ini berlangsung di Gampong Jurong Mesjid, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie, dan melibatkan 20 anggota mitra sasaran dari Kelompok Andalan setempat.
Kegiatan ini diketuai oleh Ir. Fahrizal dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, didampingi oleh tiga anggota tim dosen dari program studi yang berbeda: Junaidi M. Affan dari Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakhrurazi dari Prodi Ekonomi Manajemen, serta Yanti Meldasari Lubis dari Prodi Teknologi Hasil Pertanian. Pendekatan lintas disiplin ini mencerminkan komitmen USK dalam mengintegrasikan berbagai keahlian untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Yang menjadikan kegiatan ini istimewa adalah keterlibatan kolaborator internasional, yakni Dr. Ishamri Ismail dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia. Kehadirannya memperkuat dimensi internasional program ini sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antara kedua negara dalam bidang pengolahan hasil perikanan.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) USK sebagai bagian dari pengalaman belajar di luar kampus, sesuai dengan semangat pendidikan berbasis komunitas. Dalam kegiatan ini, para peserta dari Kelompok Andalan mendapatkan pelatihan dan pendampingan langsung dalam memproduksi berbagai olahan ikan bernilai ekonomi tinggi, di antaranya: Surimi, Nugget, Fish roll, Fish katsu, dan Bakso ikan.
Rangkaian produk tersebut dipilih secara strategis untuk memaksimalkan nilai tambah hasil perikanan lokal Kabupaten Pidie, sekaligus meningkatkan gizi masyarakat dan mendorong diversifikasi usaha kelompok mitra.
Kegiatan pengabdian ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program ENHANCING QUALITY EDUCATION FOR INTERNATIONAL UNIVERSITY IMPACTS AND RECOGNITIONS (EQUITY) Tahun 2025–2026 Universitas Syiah Kuala. Program EQUITY dirancang untuk mendorong kolaborasi internasional yang berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan visi USK sebagai universitas kelas dunia.
Kegiatan ini selaras dengan berbagai agenda pembangunan, baik skala global maupun nasional. Dari sisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), program ini berkontribusi pada SDG 2 (Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), melalui peningkatan akses pangan bergizi); SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan membuka peluang usaha berbasis hasil perikanan); SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penerapan teknologi pengolahan pangan); SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong pemanfaatan sumber daya ikan secara optimal). Dalam konteks Asta Cita Pemerintah, program ini selaras dengan prioritas mendorong kewirausahaan, hilirisasi produk sumber daya alam, serta pembangunan yang berpusat pada desa sebagai basis ekonomi kerakyatan.
Bagi Universitas Syiah Kuala, kegiatan ini mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya terkait pengalaman mahasiswa di luar kampus, dosen yang aktif berkegiatan di luar kampus, serta hasil kerja dosen yang dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.
Ketua tim, Ir. Fahrizal, menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi titik awal keberlanjutan usaha kelompok mitra dalam mengolah dan memasarkan produk berbasis ikan secara mandiri. “Kami berharap ilmu dan keterampilan yang didapatkan hari ini dapat terus dikembangkan, sehingga menjadi sumber penghasilan yang nyata bagi keluarga di Gampong Jurong Mesjid dan sekitarnya,” ujarnya.
Kolaborasi antara USK dan UniSZA Malaysia dalam program ini diharapkan dapat terus berlanjut, membuka peluang riset bersama dan program pemberdayaan masyarakat yang lebih luas di masa mendatang.

Leave a comment