Banda Aceh 13 Mei 2026, Program Studi Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan Universiti Sains Malaysia sedang menyelenggarakan kegiatan Near Surface Exploration on Summer Course 2026 yang berlangsung pada 4–17 Mei 2026. Kegiatan internasional ini mengangkat tema pemanfaatan metode geofisika untuk mikrozonasi kerentanan seismik dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur tahan gempa. Kegiatan diselenggarakan secara luring dan daring oleh kelompok gabungan antara mahasiswa dan dosen dari Program Studi Teknik Geofisika Universitas Syiah Kuala (USK) dengan Geophysics Program, School of Physics, Universiti Sains Malaysia (USM). Peserta dari USM terdiri dari 15 orang mahasiswa, 2 narasumber dan 1 orang laboran. Sedangkan dari USK sendiri terdiri 15 orang mahasiswa, dan seluruh dosen, laboran dan tendik yang turut menjadi bagian dalam penyelenggara acara.

Setelah tim dari USM tiba pada hari senin sore, rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembekalan materi pada 5 Mei 2026 di Balee Keurukon, Fakultas Teknik USK yang dilakukan oleh 4 orang narasumber yaitu Assoc. Prof. Nordiana Binti Mohd. Muztaza, DR. NUR AZWIN BINTI ISMAIL, Prof. Dr. Nazli S.Si., M.Si., dan Rifa Salma Salsabila, M.T. Pada Sore hari peserta melakukan demo alat geofisika di Laboratorium Geophysics Near Surface Prodi Teknik Geofisika dan Kunjungan Laboratorium Geohazard di TDMRC USK untuk memahami data-data gempa yang dibimbing oleh Prof. Dr. Muksin, S.Si., M.Si., M.Phil   

Selanjutnya pada hari rabu, 6 Mei seluruh peserta dan juga panitia bergerak bersama-sama menuju PT Samana Citra Persada, Krueng Raya guna melakukan ekskursi geologi oleh dosen USK; Sangga Rima Roman Selia, S.T., M.T dan melakukan akuisisi data metode geofisika yang didampingi oleh Dosen dari USM dan USK. Kamis 7 Mei peserta masih merupakan kegiatan akuisisi data metode geofisika dengan Lokasi yang berbeda, yaitu di Barbate, Blang Bintang. Selain praktik lapangan, peserta juga mengikuti sesi pengolahan data yang dibimbing langsung oleh dosen dari USM; Assoc. Prof Nordiana Binti Mohd. Muztaza, Dr. Nur Azwin Binti Ismail, dan USK; Ir. Zul Fadhli, S.Si., M..Sc., IPM., Ir. Zakia Masrurah, S.T., M.T, Rifa Salma Salsabila, M.T dan Ir. Amsir S.Si., M.Sc sesuai bidang metode geofisika masing-masing pada hari Jum’at, yang bertempat di Balee Mu’asyaraf. Fakultas Teknik USK.

Sebagai bagian dari program, pada 9 Mei 2026 turut diselenggarakan seminar internasional dengan menghadirkan empat narasumber dari kedua institusi yaitu Assoc. Prof Nordiana Binti Mohd. Muztaza, Dr. Nur Azwin Binti Ismail, Prof. Dr. Muksin, S.Si., M.Si., M.Phil  dan juga dari dinas PUPR yang disampaikan oleh Pak Ir. Mulyadi Abdullah S.T., M.T. Seminar ini menjadi wadah pertukaran ilmu dan pengalaman antara akademisi mancanegara dan praktisi kepada peserta dari Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup dari kegiatan summer course secara laring. 

Di hari minggunya, peserta dari USM juga diajak mengenal budaya Aceh melalui kunjungan ke Museum Tsunami Aceh, Gunongan, serta sejumlah pusat UMKM binaan USK. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman budaya kepada para peserta sebelum kepulangan mereka.  Selama seminggu berikutnya, para peserta melanjutkan prosesing data di kampus masing-masing untuk kemudian di buat laporan dan presentasinya. 

Kegiatan summer course ini merupakan bentuk nyata kerja sama internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan kompetensi mahasiswa di bidang geofisika. Selain memperkuat jejaring akademik antara USK dan USM, kegiatan ini juga mendukung upaya mitigasi bencana melalui kajian ilmiah terkait kondisi geologi dan kerentanan seismik suatu wilayah.

Kegiatan ini menjadi media kolaborasi akademik dan praktis antara mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi, sehingga dapat mendukung penguatan kompetensi profesional di bidang geofisika. Selain itu, kegiatan ini selaras dengan pencapaian beberapa indikator SDGs, SDG 4, SDG 11, SDG 12 dan SDG 17. Peningkatan mutu pendidikan tercermin dalam transfer ilmu melalui kegiatan akademik internasional (SDG 4). Kajian geofisika terkait mitigasi bencana dan pengembangan wilayah mendukung terciptanya kota yang aman dan berkelanjutan (SDG 11). Pembangunan efisien berbasis kondisi tanah lokal, mengurangi kerusakan gempa, limbah, dan pemborosan sumber daya (SDG 12). Kemitraan ini secara langsung merepresentasikan penguatan kerja sama global yang menjadi fokus SDG 17. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan peserta memperoleh wawasan dan pengalaman praktis yang dapat menunjang kegiatan akademik, penelitian, maupun kebutuhan industri yang berkaitan dengan metode geofisika.

Melalui program ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara serta memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa untuk menghadapi kebutuhan dunia akademik maupun industri geofisika di masa mendatang.

Leave a comment