BANDA ACEH 13 Mei 2026 – Mahasiswa Departemen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kunjungan lapangan ke Gudang Perum BULOG Kanwil Aceh di Siron, Aceh Besar, sebagai bagian dari penguatan pembelajaran mata kuliah Teknik Penyimpanan dan Penggudangan serta Tata Letak dan Penanganan Bahan. Kegiatan akademik ini berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026, dan diikuti oleh 41 mahasiswa bersama dosen pendamping serta asisten laboratorium.

Kunjungan tersebut dilaksanakan setelah Departemen Teknik Pertanian USK memperoleh persetujuan resmi dari Perum BULOG Kantor Wilayah Aceh, BULOG Aceh menyatakan mendukung pelaksanaan kunjungan lapangan sepanjang mengikuti ketentuan yang berlaku di lingkungan Perum BULOG Kanwil Aceh.

Rombongan mahasiswa diterima langsung oleh Bu Faiza selaku Asisten Management BULOG, Erlita Nova Feryna, S.TP., sebagai Manajer Bisnis JASTASMA (Jasa Survei dan Pemberantasan Hama), serta Pak Abdul sebagai operator operasional gudang BULOG. Para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sistem penyimpanan beras, pengendalian mutu pangan, tata kelola stok, hingga teknik pengendalian hama gudang dalam skala besar.

Kegiatan ini turut didampingi oleh sejumlah dosen dari Departemen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian USK, yakni Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc., Bambang Sukarno Putra, S.TP., M.Si., Dr. Ir. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si., dan Dr. Yusmanizar, S.T., MP. Kehadiran para dosen tersebut menjadi bagian penting dalam menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik industri pangan nasional secara langsung di lapangan.

Kepala Departemen Teknik Pertanian USK, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai sistem penyimpanan bahan pangan, khususnya beras, dalam skala besar dan sistematis. Menurutnya, mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana BULOG menerapkan prinsip-prinsip penyimpanan yang baik guna menjaga kualitas beras dalam jangka waktu lama.

Perum BULOG Kanwil Aceh sendiri merupakan lembaga strategis negara yang bertanggung jawab menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Aceh. BULOG Aceh aktif menjalankan berbagai program seperti penyaluran bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), penyerapan gabah petani lokal, hingga pengelolaan cadangan beras pemerintah. Informasi tersebut diperkuat melalui berbagai laporan media dan publikasi resmi BULOG Aceh.

Dalam sesi kunjungan, mahasiswa juga diperlihatkan mekanisme pengawasan kualitas beras di gudang penyimpanan, termasuk sistem sirkulasi udara, pengaturan kelembapan, metode fumigasi, dan manajemen distribusi logistik pangan. Penjelasan mengenai pengendalian hama gudang menjadi salah satu materi yang paling menarik perhatian mahasiswa karena berkaitan langsung dengan bidang teknik penyimpanan hasil pertanian.

Berdasarkan laporan ANTARA Aceh, BULOG Aceh saat ini memastikan kondisi stok beras dan minyak goreng berada dalam keadaan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh, termasuk menghadapi potensi gejolak harga pangan dan kondisi darurat. Selain itu, BULOG Aceh juga terus memperkuat distribusi bantuan pangan kepada masyarakat di berbagai daerah.

Data lain dari ANTARA juga menunjukkan bahwa BULOG Aceh memiliki persediaan beras yang cukup besar di sejumlah kompleks pergudangan, termasuk Gudang Siron yang menjadi lokasi kunjungan mahasiswa USK. Persediaan Beras BULOG Aceh

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan nyata dalam sistem logistik pangan nasional, mulai dari penyimpanan, distribusi, pengendalian mutu, hingga stabilisasi harga pangan. Kunjungan lapangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Departemen Teknik Pertanian USK dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri dan sektor ketahanan pangan nasional.

Selain memperkuat aspek akademik, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pangan strategis negara dalam bidang penelitian, pengembangan teknologi penyimpanan, dan manajemen pascapanen di masa mendatang.

Leave a comment