
Simeulue, 28 April 2026 — Sebanyak 83 mahasiswa Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan field trip dan pengabdian masyarakat di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi lapangan sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan daerah berbasis potensi lokal.
Rombongan disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, S.Pd., mewakili Bupati Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Simeulue, Asludin, S.E., M.Kes, yang memberikan apresiasi atas kontribusi akademisi dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan perikanan daerah kepulauan tersebut.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Departemen Teknik Pertanian Fakultas Pertanian USK, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si, yang juga bertindak sebagai ketua delegasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa agar mampu memahami kondisi riil sektor pertanian dan kelautan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Simeulue.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga harus melihat langsung bagaimana sistem produksi, pengolahan, hingga distribusi berjalan di lapangan. Simeulue memiliki potensi besar, terutama pada komoditas kelapa, sawit, dan perikanan seperti lobster,” ujarnya.

Selama kegiatan yang berlangsung pada 27 April hingga 1 Mei 2026 di Sinabang, mahasiswa didampingi oleh sejumlah dosen, yakni Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si, Dr. Safrizal, S.T., M.Si, Dr. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si, Dr. T. Ferijal, S.TP., M.Sc, serta Mardiantono, S.TP., M.Si. Para dosen berperan aktif dalam membimbing mahasiswa dalam berbagai aktivitas observasi, diskusi lapangan, serta praktik teknis.
Adapun fokus kegiatan mencakup hilirisasi pengolahan kelapa, optimalisasi perkebunan sawit, serta manajemen budidaya lobster sebagai komoditas unggulan daerah. Mahasiswa juga terlibat langsung dalam interaksi dengan pelaku usaha lokal dan masyarakat, guna memahami tantangan serta peluang pengembangan sektor pertanian terpadu.
Wakil Bupati Simeulue dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda akademik semata, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi antara USK dan Pemerintah Kabupaten Simeulue dapat terus berlanjut, terutama dalam pengembangan teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal,” ujar Nusar Amin.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan pertanian berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa Teknik Pertanian USK diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah terpencil seperti Simeulue.

Leave a comment