
Simeulue, 28 April 2026 — Kegiatan field trip dan pengabdian masyarakat mahasiswa Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) di Kabupaten Simeulue terus berlanjut dengan agenda yang semakin strategis. Setelah sebelumnya disambut Pemerintah Kabupaten Simeulue, rombongan kini menelusuri langsung rantai hilir komoditas unggulan daerah, termasuk sistem karantina ikan hingga penangkaran lobster.
Sebanyak 83 mahasiswa angkatan 2024 yang didampingi dosen pembimbing melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Karantina Ikan yang dikelola oleh Koperasi Konsumen Syariah Wira Jaya Simeulue. Di lokasi ini, mahasiswa mempelajari langsung penerapan biosecurity sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan komoditas perikanan, khususnya lobster yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ketua delegasi, Kepala Departemen Teknik Pertanian USK, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi titik penting dalam memahami sistem pengendalian mutu hasil perikanan dari hulu ke hilir.

“Mahasiswa tidak hanya melihat proses budidaya, tetapi juga memahami bagaimana standar karantina dan biosekuriti diterapkan sebelum komoditas dipasarkan. Ini krusial untuk menjamin keberlanjutan dan daya saing produk Simeulue,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyerahkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi kepada mitra lokal yang telah berkontribusi dalam mendukung kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat. Interaksi langsung dengan pengelola instalasi memberikan wawasan praktis mengenai tantangan operasional, mulai dari pengendalian penyakit hingga prosedur distribusi hasil perikanan.
Kegiatan ini turut didampingi oleh sejumlah dosen, yakni Dr. Safrizal, S.T., M.Si, Dr. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si, Dr. T. Ferijal, S.TP., M.Sc, dan Mardiantono, S.TP., M.Si, yang secara aktif membimbing mahasiswa dalam diskusi teknis di lapangan.
Setelah dari instalasi karantina, rombongan melanjutkan agenda ke lokasi penangkaran lobster milik masyarakat setempat. Di sini, mahasiswa menyaksikan secara langsung praktik budidaya lobster, mulai dari penanganan benih, sistem pemeliharaan, hingga strategi panen yang berkelanjutan.

Mahasiswa juga berdialog dengan pelaku usaha untuk menggali berbagai kendala yang dihadapi, seperti ketersediaan pakan, fluktuasi harga, hingga akses pasar. Kegiatan ini diharapkan mampu membuka perspektif mahasiswa dalam merancang solusi berbasis teknologi tepat guna.
Sebelumnya, rombongan USK telah disambut oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue yang diwakili Wakil Bupati Nusar Amin, S.Pd., mewakili Bupati Mohammad Nasrun Mikaris, S.H., M.H. Turut hadir Sekretaris Daerah Asludin, S.E., M.Kes yang menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah.
Dengan rangkaian kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam dinamika pembangunan sektor perikanan di wilayah kepulauan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kampus tidak lagi berada di menara gading, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat, membawa ilmu, solusi, dan harapan.

Leave a comment