BANDA ACEH 8 Juli 2026 – Kabar membanggakan datang dari Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK). Mahasiswi Fast Track, Siti Nurhaliza (NIM 250920030100018), berhasil meraih bebas sidang tesis S2 setelah artikel ilmiahnya diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q2, International Journal of Design & Nature and Ecodynamics (IJDNE) yang diterbitkan oleh IIETA. Artikel tersebut telah tercantum pada edisi Volume 21 Nomor 5 Tahun 2026.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari Universitas Syiah Kuala, mampu bersaing di tingkat internasional melalui riset yang berkualitas dan berdampak terhadap isu-isu lingkungan global.

Artikel yang diterbitkan berjudul “Carbon Stock Estimation Using the InVEST Model in Pante Ceureumen Protected Forest, West Aceh, Indonesia (2016–2025)”. Penelitian tersebut mengkaji estimasi cadangan karbon di kawasan Hutan Lindung Pante Ceureumen, Aceh Barat, menggunakan pendekatan Integrated Valuation of Ecosystem Services and Trade-offs (InVEST) sebagai dasar ilmiah dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Dalam publikasi tersebut, Siti Nurhaliza bekerja sama dengan Prof. Dr. Ichwana, ST., M.P, Ashabul Anhar, Ashfa Achmad, dan Jumadil Akhir sebagai tim penulis. Artikel ini telah memperoleh DOI resmi 10.18280/ijdne.210505 dan dipublikasikan pada halaman 1271–1281 jurnal tersebut.

Keberhasilan ini sekaligus mengantarkan Siti Nurhaliza memperoleh fasilitas bebas sidang tesis S2, sebuah bentuk apresiasi akademik yang diberikan atas capaian publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan USK sekaligus pembimbing, Prof. Dr. Ichwana, ST., M.P, menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswanya.

“Publikasi pada jurnal internasional bereputasi bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi mahasiswa, tetapi juga memperkuat reputasi akademik program studi dan Universitas Syiah Kuala di tingkat global. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.”

Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa skema Fast Track mampu mempercepat lahirnya lulusan yang tidak hanya menyelesaikan studi lebih cepat, tetapi juga menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas internasional.

Di tengah meningkatnya tuntutan kualitas pendidikan tinggi, capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk menghasilkan riset yang mampu menjawab tantangan global, khususnya pada isu perubahan iklim, konservasi hutan, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Keberhasilan Siti Nurhaliza diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi juga membangun rekam jejak akademik melalui publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan.

#USK #FastTrack #ScopusQ2 #MagisterPengelolaanLingkungan #PublikasiInternasional #Aceh #RisetLingkungan #PrestasiMahasiswa #BebasSidangS2

Leave a comment