
BANDA ACEH 3 Juli 2026– Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pertanian dan bioindustri bertaraf internasional melalui penyelenggaraan The 8th International Conference on Agriculture and Bio-Industry (ICAGRI) 2026. Memasuki penyelenggaraan yang kedelapan, konferensi internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 secara hybrid (luring dan daring) di Prof. Dr. Dayan Dawood Academic Activity Center (AAC) dan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Konferensi ilmiah bergengsi ini menjadi momentum penting bagi para akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, mahasiswa, serta pelaku industri dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring riset internasional, sekaligus menawarkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap tantangan global di bidang pertanian, bioindustri, perubahan iklim, dan ketahanan pangan.
Penyelenggaraan ICAGRI 2026 berada di bawah arahan Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., didukung oleh Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., dengan Prof. Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc. sebagai Chair of the 8th ICAGRI 2026.
Mengusung semangat membangun pertanian yang tangguh menghadapi perubahan iklim, ICAGRI 2026 menghadirkan empat keynote speaker internasional yang memiliki reputasi tinggi di bidangnya masing-masing.
Pembicara pertama adalah Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Selama berkarier di Kementerian Kehutanan, ia aktif memimpin berbagai program nasional pengembangan perhutanan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kepakarannya meliputi forest governance, community forestry, sustainable forest management, serta climate resilience, menjadikannya salah satu tokoh penting dalam kebijakan kehutanan Indonesia.
Dari Jerman, hadir Prof. Hermann Behling, Guru Besar pada Department of Palynology and Climate Dynamics, Georg-August University Göttingen. Ia merupakan ilmuwan yang dikenal luas dalam bidang palynology, paleoekologi, dan paleoklimatologi. Melalui penelitian terhadap serbuk sari, sedimen, dan fosil tumbuhan, Prof. Behling telah menghasilkan ratusan publikasi ilmiah yang menjadi rujukan internasional dalam memahami sejarah vegetasi tropis, dinamika perubahan iklim, serta interaksi manusia dengan lingkungan.
Konferensi ini juga menghadirkan Associate Professor Dr. Nik Fadzly Bin N. Rosely dari School of Biological Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM). Akademisi asal Malaysia tersebut memiliki keahlian pada bidang Conservation Biology, Ecology, Biodiversity, serta Wildlife Conservation. Selama ini ia aktif memimpin berbagai proyek konservasi keanekaragaman hayati di Malaysia serta menghasilkan berbagai publikasi ilmiah mengenai pengelolaan ekosistem berkelanjutan.
Sementara itu, dari Jepang hadir Assistant Professor Hara Yuta, Ph.D. dari Tohoku University yang dikenal sebagai peneliti muda di bidang Climate Change Adaptation dan Disaster Risk Reduction (DRR). Penelitiannya banyak berfokus pada pembangunan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana, adaptasi perkotaan terhadap perubahan iklim, serta pembangunan berkelanjutan. Pengalaman internasionalnya di berbagai proyek penelitian Asia menjadikan perspektif yang dibawanya sangat relevan dengan tantangan pembangunan pertanian modern.
Keempat keynote speaker tersebut mewakili disiplin ilmu yang saling melengkapi, mulai dari kebijakan kehutanan, rekonstruksi perubahan iklim, konservasi biodiversitas, hingga adaptasi terhadap bencana. Sinergi keilmuan tersebut sejalan dengan visi ICAGRI 2026 untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim global.
Selain menghadirkan pembicara internasional, ICAGRI 2026 juga melibatkan sejumlah akademisi terbaik Fakultas Pertanian USK sebagai invited speakers, yaitu Dr. Ir. Hifnalisa, M.Si., Dr. Rahmaddiansyah, S.Si., M.Sc., Dr. Ir. Dzarnisa, M.Si., IPU, Dr. T. Ferijal, S.TP., M.Sc., Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Jauharlina, M.Si., Dr. Essy Harnelly, S.Si., M.Si., dan Dr. Ir. Mardhiah Hayati, M.S. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya kapasitas sumber daya akademik USK dalam mendukung kolaborasi riset internasional.
Panitia menetapkan delapan subtema utama yang akan menjadi fokus diskusi, meliputi teknologi pertanian adaptif terhadap perubahan iklim, kesehatan tanah dan penyerapan karbon, pengelolaan hama terpadu, agribisnis berkelanjutan, pertanian presisi berbasis digital, inovasi pascapanen, pengelolaan hutan berkelanjutan, hingga pendekatan One Health pada sektor peternakan.
Topik-topik tersebut dipilih karena dinilai sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memperkirakan kebutuhan pangan dunia akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi, sementara perubahan iklim menyebabkan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, penurunan produktivitas lahan, serta ancaman terhadap ketahanan pangan. Oleh karena itu, inovasi teknologi, kolaborasi internasional, dan kebijakan berbasis riset menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh negara.
Sebagai salah satu konferensi internasional unggulan yang diselenggarakan secara konsisten oleh Fakultas Pertanian USK, ICAGRI bukan sekadar forum presentasi hasil penelitian. Lebih dari itu, konferensi ini menjadi ruang bertemunya para ilmuwan dunia untuk membangun jejaring kolaborasi, memperluas kerja sama penelitian, meningkatkan kualitas publikasi internasional, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dengan hadirnya para ilmuwan dari Indonesia, Jerman, Malaysia, dan Jepang, ICAGRI 2026 diharapkan mampu melahirkan rekomendasi ilmiah dan inovasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, serta penguatan ketahanan pangan nasional dan global.
Bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, maupun praktisi yang ingin berpartisipasi, panitia telah menetapkan jadwal penting, yaitu pengiriman abstrak hingga 20 Agustus 2026, pengiriman full paper hingga 10 September 2026, registrasi dan pembayaran hingga 20 September 2026, sedangkan konferensi akan berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 di Universitas Syiah Kuala.
#ICAGRI2026 #FPUSK #UniversitasSyiahKuala #PertanianBerkelanjutan #ClimateResilience #BioIndustry #FoodSecurity #ResearchCollaboration #TribunAceh6

Leave a comment