
Jakarta 31 Mei 2026 – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti tren meningkatnya penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan remaja Indonesia. Fenomena ini dinilai menjadi ancaman serius bagi kesehatan generasi muda dan memerlukan perhatian bersama dari pemerintah, keluarga, institusi pendidikan, serta masyarakat.
Dalam berbagai kajian kesehatan global, WHO menyebutkan bahwa produk vape kerap dipasarkan dengan tampilan menarik, beragam pilihan rasa, serta strategi promosi yang mampu menarik minat anak-anak dan remaja. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan jumlah pengguna baru pada kelompok usia muda.
WHO Indonesia mendorong penguatan regulasi untuk melindungi anak dan remaja dari paparan produk nikotin, termasuk melalui pembatasan pemasaran, promosi, dan akses terhadap produk vape. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah meningkatnya angka kecanduan nikotin pada usia dini.
Sejumlah data menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja mengalami tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak remaja menganggap vape sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa vape tetap mengandung zat-zat yang berpotensi membahayakan kesehatan, terutama bagi tubuh yang masih dalam masa pertumbuhan.
Menurut WHO, nikotin yang terkandung dalam vape dapat memengaruhi perkembangan otak remaja, termasuk fungsi memori, konsentrasi, dan pengendalian emosi. Selain itu, penggunaan vape juga berisiko meningkatkan ketergantungan nikotin yang dapat berlanjut hingga usia dewasa.
Pakar kesehatan masyarakat menilai bahwa edukasi menjadi salah satu kunci utama dalam menekan angka penggunaan vape di kalangan pelajar. Sekolah dan orang tua diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan rokok elektronik.
Di sisi lain, pemerintah terus didorong untuk memperkuat kebijakan pengendalian produk tembakau dan nikotin, termasuk pengawasan terhadap penjualan vape kepada anak di bawah umur. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi muda Indonesia.
WHO menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak dan remaja harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan kesehatan masyarakat. Dengan meningkatnya tren penggunaan vape di kalangan usia muda, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mencegah munculnya generasi baru yang mengalami ketergantungan nikotin.
Melalui edukasi, regulasi yang kuat, serta pengawasan yang efektif, diharapkan angka penggunaan vape di kalangan remaja dapat ditekan sehingga kesehatan dan kualitas hidup generasi muda Indonesia tetap terjaga di masa mendatang.

Leave a comment