BANDA ACEH 20 Mei 2026 – Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) akan menggelar kegiatan pemutaran film dokumenter dan diskusi publik bertajuk MAPAN (Masa Depan Pangan) pada Rabu, 20 Mei 2026, di Gedung Serba Guna BPP Kuta Malaka, Samahani, Aceh Besar.

Kegiatan ini mengangkat tema “Besok Kita Nanem Lagi: Memperjuangkan Hak dan Kesejahteraan Pejuang Pangan”, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi petani dan nelayan yang masih menghadapi berbagai tantangan kesejahteraan di Indonesia.

kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) melalui inisiatif MAPAN. Acara ini bertujuan membuka ruang dialog mengenai kebijakan pangan yang adil dan inklusif bagi masyarakat, khususnya para petani.

Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian USK, Dr. Ir. Safrida, M.Si., menyampaikan bahwa isu pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan pelaku utama sektor pertanian. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memastikan masa depan pangan nasional tetap terjaga.

Acara tersebut berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.30 WIB dengan rangkaian agenda berupa pemutaran film dokumenter yang menampilkan realita perjuangan petani lintas generasi, dilanjutkan diskusi publik mengenai kebijakan pangan, serta aksi solidaritas melalui penandatanganan petisi dukungan bagi kesejahteraan petani.

Dalam sesi diskusi publik, panitia turut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi pertanian. Salah satunya adalah akademisi Fakultas Pertanian USK, Dr. Ir. Sofyan, M.Agric.Sc., yang merupakan staf pengajar Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian USK. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan pandangan akademik terkait inovasi pertanian, ketahanan pangan, dan strategi pembangunan sektor pertanian berkelanjutan.

Selain itu, diskusi juga menghadirkan petani Sudirman sebagai narasumber lapangan yang akan berbagi pengalaman dan realita yang dihadapi petani di tengah tantangan produksi, harga komoditas, hingga keberlanjutan usaha tani. Kehadiran petani sebagai narasumber dinilai penting agar pembahasan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Departemen Agribisnis FP USK menilai bahwa isu pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan kehidupan para pelaku utama sektor pertanian dan perikanan. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya perlindungan terhadap pejuang pangan Indonesia.

Sejumlah unsur pemerintah daerah dan Forkopimcam turut dijadwalkan hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar, S.P., Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Alyadi, S.Pi., M.M., Camat Kuta Malaka Muzakir, S.P., Kapolsek Kuta Malaka AKP Supriadi, serta Danramil 23/Kuta Malaka Kapten Inf Rais, S.A.P., M.P.A.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam memperjuangkan kebijakan pangan yang berpihak kepada petani dan nelayan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi Fakultas Pertanian USK dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya ketahanan pangan dan perlindungan terhadap pejuang pangan di Indonesia.

Leave a comment