
Bogor – 6 Mei 2026, IPB University menegaskan komitmennya sebagai Center of Excellence (CoE) atau Pusat Unggulan Nasional dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung program strategis nasional tersebut.
CoE MBG merupakan hasil kolaborasi multipihak antara IPB University, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Gizi Nasional, dan UNICEF.
Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi mengatakan, melalui CoE tersebut pihaknya siap berkolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, hingga kelompok tani dalam membangun ekosistem penyediaan pangan yang berkelanjutan.
“IPB University juga akan mengembangkan model dapur berbasis karakteristik lokal, memperkaya menu gizi MBG, serta berinovasi bersama berbagai stakeholder terkait,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (6/5/2026).
Menurutnya, keberadaan CoE bertujuan memastikan program MBG berjalan efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dr Alfian Helmi menilai, program MBG secara nasional masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar, terutama pada aspek tata kelola dan penguatan ekosistem hulu-hilir pangan.
Ia mengungkapkan, dari ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar di Badan Gizi Nasional, belum seluruhnya memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Selain itu, persoalan konsistensi mutu gizi, ketergantungan pada rantai pasok yang rapuh, minimnya pengawasan berbasis data, hingga lemahnya pemberdayaan komunitas lokal sebagai pemasok juga masih menjadi pekerjaan rumah.
“Program besar ini sedang berlari, tapi fondasinya masih perlu diperkuat. Di sinilah IPB University merasa terpanggil untuk memberikan kepedulian terhadap persoalan bangsa,” katanya.
Ia menegaskan, sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekuatan riset di bidang pangan dan agribisnis, IPB University tidak ingin hanya menjadi penonton dalam program nasional tersebut.
Keterlibatan langsung sebagai CoE MBG, lanjutnya, membuka ruang bagi berbagai inovasi kampus untuk diterapkan secara nyata di masyarakat.
Mulai dari varietas pangan lokal unggulan, formula menu berbasis kebutuhan gizi spesifik, teknologi pengolahan pangan sederhana yang efisien, hingga sistem pemantauan mutu berbasis data kini dapat diuji langsung dalam implementasi program MBG.
IPB University juga menegaskan bahwa pembangunan dan pengelolaan SPPG tidak dilakukan langsung oleh kampus, melainkan melalui PT BLST lewat yayasan berbadan hukum yang dikelola secara profesional.
“Jadi struktur tata kelola dan mandat akademik kampus tetap terjaga,” jelas Dr Alfian Helmi.
Direktur PT BLST, Luhur Budijarso menyampaikan, pihaknya tengah menyiapkan dua dapur MBG yang berlokasi di Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Saat ini, satu dapur disebut telah siap beroperasi dengan target awal melayani ribuan penerima manfaat di wilayah sekitar.
“Lokasinya berada di wilayah yang memang tinggi kebutuhannya, dan yang paling penting, ekosistem agribisnis pendukungnya sudah ada dan bisa dikembangkan,” ungkapnya.
Menurutnya, pendekatan yang diterapkan PT BLST berbeda dibanding SPPG lainnya karena tidak hanya membangun dapur, tetapi juga membangun rantai pasok pangan secara menyeluruh.
Petani, peternak, hingga pengolah tahu-tempe di sekitar kampus dan lokasi SPPG akan dibina agar menjadi pemasok yang terstandar dan berkelanjutan.
Proses pembinaan tersebut turut melibatkan dosen dan mahasiswa IPB melalui program pengabdian masyarakat terstruktur sehingga pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berjalan secara simultan.
“Penelitian menentukan standar gizinya, pendidikan melatih pelakunya, pengabdian masyarakat menjadi perekatnya. Ini yang kami sebut ekosistem terintegrasi, bukan sekadar dapur yang berdiri sendiri,” kata Luhur Budijarso.
Dari sisi keamanan pangan, seluruh sistem pengelolaan disebut akan mengacu pada prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, di bawah koordinasi LRI-PGKH IPB.
PT BLST juga memastikan audit internal dilakukan secara berkala dan hasilnya akan dibuka untuk verifikasi publik.

Leave a comment