
Banda Aceh 27 April 2026 — Mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan “Field Trip” ke Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, yang berlangsung pada 27 April hingga 1 Mei 2026. Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., didampingi jajaran dekanan, serta turut dihadiri Prof. Dr. Ir. Hasanuddin, M.S. dan Dr. Ir. Syahrul, M.Sc. masing-masing adalah Ketua dan Sekretaris Senat Fakultas Pertanian.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian menyampaikan bahwa kegiatan field trip merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam mengintegrasikan teori dengan praktik di lapangan. Ia menekankan bahwa pengalaman langsung di lokasi akan memperkaya wawasan mahasiswa terkait kondisi riil sektor pertanian di daerah kepulauan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu memahami secara langsung dinamika pertanian di wilayah terpencil, serta dapat mengembangkan solusi inovatif berbasis keilmuan teknik pertanian,” ujar Prof. Sugianto.

Sementara itu, Kepala Departemen Teknik Pertanian, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si., dalam pengantarnya juga menyampaikan bahwa field trip ini dirancang untuk memberikan pengalaman komprehensif kepada mahasiswa. Ia menegaskan pentingnya kemampuan adaptasi teknologi pertanian terhadap kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat.
“Mahasiswa tidak hanya belajar dari sisi teknis, tetapi juga dituntut untuk memahami aspek sosial dan kearifan lokal yang menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut didampingi oleh sejumlah dosen, yakni Kepala Departemen Teknik Pertanian, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si, Dr. Safrizal, S.T., M.Si., Dr. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si., Dr. T. Ferijal, S.TP., M.Sc., dan Mardiantono, S.TP., M.Si., yang berperan aktif dalam membimbing sejumlah 83 mahasiswa angkatan 2024 selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Selama berada di Simeulue, mahasiswa akan melakukan berbagai rangkaian kegiatan, seperti observasi sistem pertanian lokal, identifikasi teknologi yang digunakan petani, serta diskusi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha tani setempat.
Kabupaten Simeulue dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki karakteristik geografis kepulauan dengan potensi pertanian yang khas, sehingga menjadi laboratorium alami bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analisis dan inovasi.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian USK berharap mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memiliki kepekaan terhadap permasalahan nyata di sektor pertanian, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Leave a comment