Banda Aceh, 4 April 2026 — Pemerintah secara resmi menetapkan Provinsi Aceh sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXIII 2028. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 95 Tahun 2026 yang ditandatangani oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 2 Februari 2026.

Keputusan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang masyarakat Aceh yang terakhir kali menjadi tuan rumah MTQ Nasional sekitar 44 tahun silam. Penunjukan tersebut disambut antusias oleh pemerintah daerah dan masyarakat sebagai momentum penting kebangkitan syiar Islam di Tanah Rencong.

Penetapan Aceh sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2028 dilaporkan oleh sejumlah media, seperti The Aceh Post dan Tribunnews. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa keputusan ini merupakan hasil evaluasi kesiapan daerah serta komitmen pemerintah Aceh dalam menyukseskan ajang nasional tersebut.

Momentum ini dinilai sangat bersejarah, mengingat Aceh dikenal sebagai daerah dengan identitas keislaman yang kuat dan memiliki tradisi panjang dalam pengembangan tilawah Al-Qur’an.

MTQ Nasional XXXIII tahun 2028 akan mempertandingkan berbagai cabang lomba yang mencerminkan kekayaan tradisi dan perkembangan ilmu Al-Qur’an. Di antaranya:

  • Seni Baca Al-Qur’an (Tilawah)
  • Qira’at Al-Qur’an
  • Hafalan (Tahfiz)
  • Tafsir Al-Qur’an (Bahasa Arab, Indonesia, dan Inggris)
  • Fahm dan Syarh Al-Qur’an
  • Seni Kaligrafi (termasuk kategori digital)
  • Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ)

Keberagaman cabang ini menunjukkan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan intelektual dan seni berbasis Al-Qur’an.

Pemerintah Aceh telah mulai menyiapkan berbagai lokasi strategis untuk mendukung pelaksanaan MTQ. Informasi ini juga disampaikan oleh ANTARA News dan Tribunnews, yang menyebutkan bahwa sejumlah titik di Banda Aceh dan sekitarnya tengah dipersiapkan sebagai arena utama dan pendukung.

Selain itu, pembangunan dan peningkatan infrastruktur menjadi fokus utama, termasuk fasilitas transportasi, akomodasi, serta sarana pendukung lainnya untuk menyambut ribuan peserta dan pengunjung dari seluruh Indonesia.

Penunjukan Aceh sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2028 diharapkan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga ekonomi dan pariwisata.

Kehadiran ribuan peserta, official, dan wisatawan diprediksi akan meningkatkan perputaran ekonomi lokal, terutama di sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM. Hal ini sejalan dengan laporan Putaran.id yang menyebutkan bahwa MTQ menjadi momentum kebangkitan syiar Islam sekaligus penguatan ekonomi daerah.

Pembiayaan kegiatan MTQ Nasional 2028 akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Aceh. Selain itu, dukungan juga dimungkinkan datang dari kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah lain, serta partisipasi masyarakat.

Skema pembiayaan ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ merupakan kerja bersama lintas sektor demi menyukseskan event nasional yang sarat nilai religius dan budaya.

Sebagai rangkaian menuju pelaksanaan di Aceh, MTQ Nasional XXXI tahun 2026 dijadwalkan berlangsung di Jawa Tengah, sebagaimana dilaporkan oleh pemerintah daerah setempat dan berbagai media nasional.

Hal ini menjadi bagian dari kesinambungan pelaksanaan MTQ nasional yang digelar secara berkala di berbagai provinsi di Indonesia.

Leave a comment

Tokoh

Quote of the week

“Pendidikan adalah pangkalan kehidupan, tidak peduli di mana Anda berada.”

– Malcolm X