
BANDA ACEH – Ketua Pokja III TP PKK Aceh, Putroe Fajriah, ST mengungkapkan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan para akademisi Universitas Syiah Kuala dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi sumberdaya lokal dan penguatan ketahanan pangan di Aceh.
Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan para akademisi Universitas Syiah Kuala di ruang pertemuan TP PKK Aceh, Kuta Alam, Banda Aceh, 22/07/2025.
Para akademisi USK tersebut terdiri-dari Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, Dr. Mustaqimah, S.TP., M.Sc dan Dr. Raida Agustina, S.TP., M.Sc. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Praktisi Pertanian Aceh Besar, Muchtar Satoimo dan Pengurus Pemuda ICMI Aceh, Sanusi, ST.
Para akademisi yang juga merupakan Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (MPW Pemuda ICMI) Aceh tersebut menyampaikan rencana Launching Rumah Produksi Janeng Riting di Indrapuri Aceh Besar yang merupakan bagian dari aktivitas Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia ( PMKI ) Skema A dimana USK menjadi host dengan mitranya dari Universitas Sumatera Utara (USU) – Medan dan Universitas Andalas (UNAND) – Padang.
Pertemuan tersebut mendiskusikan peluang kolaborasi antara program PMKI tersebut dengan program kerja Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK Aceh.
Menurut Ketua PMKI, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, pihaknya berencana untuk mengundang Ketua TP PKK Aceh, Ny. Marlina Usman untuk berkenan melaunching Rumah Produksi Janeng Riting bersama Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan dan Bupati Aceh Besar, Muharram Idris pada 4 Agustus 2025 mendatang.
Kegiatan ini memiliki korelasi yang sangat relevan dengan peran dan fungsi TP PKK dalam mengoptimalkan potensi lokal, ketahanan dan diversifikasi pangan, serta upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan serta kesehatan masyarakat.
Pihaknya melalui kolaborasi dengan dua kampus PTN-BH yakni USU dan Unand sedang melakukan pembinaan dan pendampingan masyarakat terkait Peningkatan Nilai Ekonomi Janeng (Dioscorea hispida dennst) sebagai bahan pangan alternatif berkelanjutan melalui penerapan Teknologi Tepat Guna di Desa Riting, Aceh Besar.
Menurut Ketua MPW Pemuda ICMI Aceh itu, janeng merupakan sumber daya lokal yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan pemanfaatan untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Disamping banyak tumbuh di hutan-hutan, ia juga mudah untuk dibudidayakan dan tidak memiliki hama pengganggu. Tim kami dari USU saat ini sedang menyelesaikan kajian terkait manfaat janeng dari segi kesehatan, sementara dari Unand berhasil memanfaatkan limbah janeng untuk biopestisida organik. Kita sendiri dari USK sedang membuat rancang bangun alat TTG Pengupas, Perajang, Pengering, Penghilang racun, dan Pembuat Tepung Janeng”, ungkap Yasar.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan outcome bagi masyarakat, dimana dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan nilai tambah, dan tentunya mendorong diversifikasi pangan. Banyak produk turunan yang bisa dihasilkan ke depan, insya Allah, papar Yasar dengan optimis.
Kolaborasi multihelix tentu akan lebih memperkuat pencapaian tujuan, oleh sebab itu kolaborasi ini menjadi lebih strategis ketika banyak pihak ikut terlibat untuk mengambil peran dari perspektif tupoksi masing-masing, ujarnya.
Sementara itu Putroe Fajriah, ST mengungkapkan bahwa program ini sangat sinergi dengan Pokja yang dia pimpin, dan sebelumnya hal ini telah dilaporkan dan mendapat respon serta dukungan positif dari ibu Ketua TP PKK Aceh. “Insya Allah kegiatan ini akan dihadiri langsung oleh Ibu Marlina”, ujarnya.
Ia juga berharap para akademisi USK ini dapat bersinergi dan berkolaborasi secara aktif terkait program-program TP PKK Aceh yang relevan lainnya. Insya Allah dengan sinergi dan kolaborasi ini kita dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai mana yang kita cita-citakan dan perjuangkan selama ini, ujar Putroe.[]

Leave a comment