Banda Aceh, 17 Juli 2025 — Suasana khidmat dan penuh apresiasi menyelimuti Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, Universitas Syiah Kuala, saat Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Teknik Pascapanen, Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian. Dalam pidato orasi ilmiahnya yang berjudul “Pengembangan Teknologi Pengolahan Pliek-u Mewujudkan Produk Halalan Thayyiban di Tengah Masyarakat Aceh”, Prof. Rita menegaskan pentingnya pelestarian produk lokal sekaligus modernisasi sistem pengolahannya.

Pliek-u, produk fermentasi kelapa khas Aceh, menurut Prof. Rita, bukan hanya simbol kuliner tradisional, tetapi juga aset strategis yang berpotensi menunjang ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Ia menjelaskan, proses pengolahan pliek-u tradisional selama ini menghadapi berbagai kendala seperti ketidakteraturan kadar air, kontaminasi lingkungan, hingga hambatan dalam sertifikasi halal. Untuk menjawab tantangan tersebut, Prof. Rita bersama tim peneliti Srikandi Aceh mengembangkan serangkaian teknologi inovatif.

Salah satu terobosannya adalah alat pengering terowongan Hohenheim Aceh, yang mampu mempercepat proses pengeringan dari 4–7 hari menjadi hanya 1–2 hari, sekaligus menjaga kebersihan dan kualitas produk. Alat ini kini telah digunakan oleh UMKM Meugah Pliek yang dibinanya sejak 2020. Selain itu, ia juga merancang teknologi pengepres hidrolik untuk menggantikan alat tradisional “peunerah” yang melelahkan, serta mengembangkan sistem pengemasan modern dengan standing pouch dan oxygen absorber untuk memperpanjang umur simpan produk hingga 2 tahun.

Lebih jauh, Prof. Rita juga memperkenalkan produk turunan berbasis pliek-u seperti sabun pliek (SPA) yang kini dipasarkan secara daring, serta penelitian lanjutan untuk menciptakan produk olahan baru seperti salad pliek dan sambal pliek. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip halalan thayyiban—bukan hanya halal secara hukum syariat, tetapi juga baik dari sisi kualitas, keamanan, dan keberlanjutan.

“Produk pangan yang kita hasilkan harus bebas dari kontaminasi, ramah lingkungan, dan layak dikonsumsi oleh siapa pun. Ini adalah bagian dari amanah keilmuan kita sebagai akademisi dan pengabdi masyarakat,” tegasnya dalam orasi yang disambut meriah oleh para hadirin.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, dalam sambutannya turut menyampaikan kebanggaan atas pencapaian Prof. Rita dan menilai risetnya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pelestarian warisan budaya lokal berbasis sains dan teknologi.

Kehadiran Prof. Rita sebagai Profesor menambah daftar akademisi unggul di USK yang berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan agroindustri lokal. Melalui risetnya yang holistik dan aplikatif, Prof. Rita membuka cakrawala baru bagi pengembangan pangan lokal berbasis nilai-nilai Islam, kearifan lokal, dan teknologi berkelanjutan.

Dengan pengukuhan ini, harapan besar pun terpatri agar pengembangan pliek-u tak hanya bertahan sebagai produk lokal semata, tetapi mampu menembus pasar nasional hingga global sebagai ikon pangan unggulan dari Aceh.


#PliekuGoGlobal #HalalanThayyiban #ProfesorUSK #PertanianBerdampak #InovasiAceh

Leave a comment

Tokoh

Quote of the week

“Pendidikan adalah pangkalan kehidupan, tidak peduli di mana Anda berada.”

– Malcolm X