
ACEH JAYA, 8 April 2026 — Kabar duka datang dari Kabupaten Aceh Jaya. Salah satu tokoh bersejarah Indonesia, Nyak Sandang, yang dikenal sebagai penyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, meninggal dunia pada usia 100 tahun.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Selasa (7/4/2026) pukul 12.20 WIB di kediamannya di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat faktor usia.
Nyak Sandang merupakan salah satu saksi hidup perjuangan awal kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1948, di usia yang masih sangat muda, ia menyerahkan sebagian hartanya berupa sebidang tanah dan 10 gram emas kepada negara.
Sumbangan tersebut menjadi bagian penting dalam pembelian pesawat Dakota RI-001 Seulawah, yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal maskapai nasional Garuda Indonesia.
Kontribusi masyarakat Aceh, termasuk Nyak Sandang, kala itu menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam mempertahankan kedaulatan negara, khususnya di sektor transportasi udara.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Nyak Sandang pada Agustus 2025. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pengakuan ini menjadi simbol bahwa negara tidak melupakan jasa para pejuang, termasuk mereka yang berasal dari kalangan rakyat biasa.
Wafatnya Nyak Sandang meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Aceh dan bangsa Indonesia secara luas. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, sederhana, dan tidak pernah menuntut imbalan atas pengorbanannya.
Berbagai kalangan menilai kepergian beliau sebagai kehilangan besar, mengingat perannya sebagai “pahlawan ekonomi” di masa awal kemerdekaan yang turut membantu membangun fondasi kedaulatan nasional.
Sejumlah laporan media nasional seperti DetikNews, CNN Indonesia, dan Tribunnews turut memberitakan wafatnya tokoh inspiratif ini.
Kepergian Nyak Sandang menjadi pengingat bahwa sejarah Indonesia tidak hanya dibangun oleh tokoh besar di panggung politik, tetapi juga oleh rakyat biasa yang rela berkorban tanpa pamrih.
Namanya kini akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah besar bangsa—sebagai sosok yang ikut “menerbangkan” Indonesia di masa-masa sulit.
Di tengah modernitas dan kemajuan teknologi saat ini, kisah hidup Nyak Sandang menjadi inspirasi lintas generasi tentang arti keikhlasan, nasionalisme, dan pengabdian sejati.

Leave a comment