
BANDA ACEH 6 April 2026 – Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil menciptakan inovasi produk minuman kesehatan bernama ELARA (Eco-Local Aromatic Refreshment Pala). Tim yang beranggotakan Apni Nur Cahyani, Imam Riza Putra Perdana, dan Fadlan Choir Nasution ini mengembangkan minuman fermentasi non-alkohol berbasis daging buah pala yang selama ini sering dianggap sebagai limbah pertanian.
Di bawah bimbingan dosen pembimbing Ibu Yaumil Khairiyah, S.P., M.Si., inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya pemanfaatan daging buah pala pasca-panen. Padahal, komoditas ini memiliki potensi aromatik dan nutrisi tinggi yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai tambah (value-added goods).
“Konsep ELARA tidak hanya menawarkan solusi teknis dalam pengolahan limbah pertanian, tetapi juga merepresentasikan perubahan paradigma sistem pangan dari pendekatan linear menuju circular economy,” ujar salah satu anggota tim. Melalui proses fermentasi yang terkontrol, ELARA mampu mempertahankan kesegaran aromatik khas pala tanpa mengandung alkohol, sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat luas sebagai minuman fungsional.

Inovasi ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kedua mengenai Ketahanan Pangan (Tanpa Kelaparan) melalui diversifikasi pangan lokal. Selain itu, proyek ini selaras dengan SDGs poin ke-12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan cara meminimalisir pembuangan limbah organik di tingkat petani.
Diharapkan, ELARA dapat menjadi pionir produk minuman lokal Aceh yang kompetitif di pasar nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani pala melalui optimalisasi seluruh bagian buah secara berkelanjutan. Keberhasilan ini semakin mempertegas peran mahasiswa Ilmu Tanah USK dalam menghadirkan solusi teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan inovatif bagi masyarakat.

Leave a comment