Teheran, 5 April 2026 — Iran mulai membuka akses pelayaran secara selektif di Selat Hormuz bagi sejumlah negara yang dianggap “sahabat” di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan.

Kebijakan ini berdampak langsung pada lalu lintas energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia. Informasi ini dilaporkan oleh berbagai media internasional dan nasional, termasuk Kompas.com dan Kompas TV.

Sejak akhir Maret 2026, Iran telah memberikan izin kepada sejumlah negara untuk melintasi Selat Hormuz secara aman. Gelombang pertama meliputi:

  • China
  • Rusia
  • India
  • Pakistan
  • Mesir
  • Korea Selatan
  • Malaysia
  • Thailand

Kemudian pada awal April 2026, daftar tersebut diperluas dengan masuknya:

  • Filipina
  • Jepang
  • Oman
  • Prancis

Menariknya, Prancis menjadi negara Eropa pertama yang mendapatkan akses resmi melintas, sebagaimana dilaporkan Kompas.com.

Di tengah kebijakan selektif tersebut, dua kapal tanker milik Indonesia yang berada di bawah naungan PT Pertamina International Shipping sempat tertahan di kawasan Teluk Arab hingga 4 April 2026.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran terkait distribusi energi nasional, mengingat ketergantungan Indonesia terhadap jalur pelayaran internasional.

Menurut laporan Detik.com dan Kompas TV, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi keterlambatan izin tersebut.

Pengamat menilai bahwa Iran memprioritaskan negara-negara dengan posisi politik yang jelas atau memiliki hubungan strategis di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selain itu, proses koordinasi antara pemerintah Indonesia dan Iran juga memerlukan waktu untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran. Faktor administratif turut berperan, termasuk laporan mengenai kebijakan baru Iran yang mewajibkan pembayaran biaya transit menggunakan mata uang tertentu seperti yuan.

Kebijakan ini sebelumnya juga disorot oleh Kompas.com dalam laporan terkait dinamika ekonomi dan geopolitik di kawasan tersebut.

Kabar terbaru pada 5 April 2026 menyebutkan bahwa Iran akhirnya memberikan izin kepada dua kapal tanker Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz setelah komunikasi diplomatik intensif dilakukan.

Keputusan ini menjadi angin segar bagi Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya jalur diplomasi dalam menjaga kepentingan energi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.

Kebijakan selektif Iran ini berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global. Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai jalur yang dilalui sekitar sepertiga distribusi minyak dunia.

Gangguan di jalur ini dapat berdampak pada harga minyak global, termasuk harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Leave a comment

Tokoh

Quote of the week

“Pendidikan adalah pangkalan kehidupan, tidak peduli di mana Anda berada.”

– Malcolm X