Aceh Timur, 30 Maret 2026 — Sebanyak 373 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.259 jiwa korban banjir di Kabupaten Aceh Timur masih harus bertahan di tenda darurat. Kondisi ini terjadi karena pembangunan hunian sementara (huntara) yang diharapkan menjadi tempat tinggal layak justru belum juga rampung hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Situasi ini menjadi sorotan publik karena para penyintas telah mengungsi sejak bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025. Hingga kini, mereka masih hidup dalam keterbatasan di lokasi pengungsian.

Wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Pante Bidari dan Kecamatan Serbajadi. Di Pante Bidari saja, tercatat sebanyak 271 KK masih tinggal di tenda darurat yang didirikan secara mandiri maupun bantuan darurat.

Para pengungsi terpaksa bertahan di berbagai lokasi, mulai dari tenda di sekitar reruntuhan rumah hingga balai desa. Banyak di antara mereka kehilangan tempat tinggal akibat rumah yang rusak berat bahkan hanyut terbawa arus banjir.

Pembangunan huntara di Desa Blang Senong, Kecamatan Pante Bidari, dilaporkan berjalan sangat lambat bahkan terkesan terbengkalai. Sejumlah laporan menyebutkan pekerja proyek berhenti bekerja karena upah yang belum dibayarkan oleh pihak pelaksana.

Kondisi ini memperburuk situasi pengungsi yang seharusnya sudah dapat menempati hunian sementara sebagai tempat tinggal yang lebih layak, terutama menjelang Idulfitri.

Menanggapi lambannya pembangunan, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta agar kontrak vendor pelaksana segera diputus. Ia menilai keterlambatan tersebut sangat merugikan masyarakat yang sudah terlalu lama hidup dalam kondisi darurat.

Pemerintah daerah juga didorong untuk segera mengambil langkah cepat agar pembangunan huntara dapat dilanjutkan oleh pihak yang lebih bertanggung jawab dan profesional.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan berkepanjangan. Hidup di tenda darurat dalam waktu lama meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, serta memperburuk kondisi sosial-ekonomi para korban.

Apalagi, momentum Idulfitri yang seharusnya menjadi waktu berkumpul bersama keluarga justru harus dijalani dalam keterbatasan di pengungsian.


Sumber Berita
  • Tribunnews — Laporan kondisi pengungsi dan pembangunan huntara di Aceh Timur
  • Pintoe.co — Pernyataan Bupati terkait pemutusan kontrak vendor
  • Médecins Sans Frontières — Data dampak banjir Aceh 2025
  • Dokumentasi lapangan dan laporan media sosial terkait kondisi pengungsi

Leave a comment

Tokoh

Quote of the week

“Pendidikan adalah pangkalan kehidupan, tidak peduli di mana Anda berada.”

– Malcolm X