
Aceh Besar 13 Maret 2026 — Jamaah Mushalla Al Muhajirin Kompleks Perumahan USK Blang Krueng mengikuti ceramah Subuh yang disampaikan oleh Ustadz H. Masrul Aidi, Lc, MA, pimpinan Pondok Pesantren Babul Maghfirah. Dalam tausiah tersebut, beliau menyampaikan tafsir Surah Al-Jumu’ah yang juga dibacakan dalam salat Subuh berjamaah, serta berbagai penjelasan tentang ibadah di bulan Ramadan.
Ustadz Masrul Aidi dikenal sebagai ulama yang aktif memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat Aceh, dengan fokus pada penguatan nilai-nilai Islam, pembinaan keluarga sakinah, dan peningkatan kualitas iman serta akhlak umat.
Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa Surah Al-Jumu’ah mengingatkan umat Islam tentang pentingnya ilmu, ibadah, dan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah. Menurutnya, ayat-ayat dalam surah tersebut mengajarkan manusia untuk tidak lalai dari kewajiban ibadah meskipun sibuk dengan urusan dunia.
Selain itu, beliau juga membahas pelaksanaan salat Tarawih yang memiliki sejarah panjang dalam tradisi Islam. Beliau menjelaskan bahwa pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, salat Tarawih dilaksanakan secara berjamaah dengan kepemimpinan yang kuat. Dalam praktik tersebut, seorang pemimpin tidak hanya menjadi imam, tetapi juga berperan sebagai khatib yang memberikan nasihat dan pengajaran kepada jamaah.
Ustadz Masrul Aidi menambahkan bahwa pada masa itu salat Tarawih sering dilaksanakan pada sepertiga malam, sedangkan salat Witir dilakukan di tengah malam. Tradisi tersebut menunjukkan betapa besar perhatian para sahabat terhadap kualitas ibadah malam di bulan Ramadan.
Dalam kesempatan itu, beliau juga menjelaskan tentang ketentuan zakat fitrah yang sering menjadi perbincangan setiap tahun, termasuk pada Ramadan 1447 H. Menurutnya, zakat fitrah pada dasarnya ditentukan berdasarkan satuan ukuran takaran (sukat), bukan berat. Dalam tradisi fiqih, terdapat dua alat takar yang dikenal, yaitu mud yang digunakan dalam zakat mal dan sha’ (syak) yang digunakan dalam zakat fitrah.
Beliau juga menguraikan waktu-waktu pelaksanaan zakat fitrah dalam Islam. Zakat fitrah menjadi wajib saat malam hari raya Idulfitri, sunnah jika dibayarkan pada pagi hari sebelum salat Idulfitri, mubah jika dilakukan sejak awal bulan Ramadan, dan haram apabila ditunaikan setelah salat Idulfitri karena telah melewati waktu yang dianjurkan.
Di akhir ceramahnya, Ustadz Masrul Aidi juga mengingatkan tentang adab merayakan hari raya. Menurutnya, umat Islam dianjurkan untuk saling mengucapkan “Selamat Hari Raya” sebagai bentuk doa dan kebahagiaan bersama. Beliau menambahkan bahwa tradisi tersebut cukup dengan ucapan selamat tanpa perlu ditambahkan ungkapan lain yang tidak memiliki dasar dalam tradisi para ulama terdahulu.
Ceramah Subuh tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh perhatian dari para jamaah. Melalui tausiah ini, diharapkan masyarakat semakin memahami nilai-nilai ibadah Ramadan sekaligus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a comment