
Banda Aceh, 11 Maret 2026 — Mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menghadirkan inovasi produk berbasis sumber daya lokal melalui pengembangan minuman herbal bernama CARE TEA. Produk ini merupakan teh herbal yang dibuat dari pemanfaatan limbah kulit kopi (cascara) yang dipadukan dengan daun kelor sebagai bahan alami yang kaya nutrisi.
Inovasi ini dikembangkan oleh tiga mahasiswa Fakultas Pertanian USK, yaitu Apni Nur Cahyani dan Nasa Ramadhani Daulay dari Program Studi Ilmu Tanah, serta Tayyara Tazkiya dari Program Studi Proteksi Tanaman. Mereka berupaya mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi kesehatan.
Aceh dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia, terutama di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah. Tingginya produksi kopi di dua daerah tersebut juga menghasilkan limbah kulit kopi dalam jumlah besar, yang dapat mencapai sekitar 30–40 persen dari total berat buah kopi.
Selama ini, limbah kulit kopi atau cascara sering kali belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan. Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa USK berinisiatif mengolah limbah tersebut menjadi bahan dasar teh herbal yang bernilai tambah.
Cascara diketahui memiliki berbagai kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti antioksidan, serat, serta mineral penting bagi tubuh. Sementara itu, daun kelor dikenal luas sebagai tanaman superfood yang kaya vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Melalui kombinasi kedua bahan alami tersebut, CARE TEA hadir sebagai minuman herbal yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menyehatkan. Perpaduan cascara dan daun kelor menghasilkan cita rasa khas yang unik sekaligus memberikan manfaat kesehatan, seperti membantu meningkatkan imunitas tubuh dan mendukung proses detoksifikasi alami.
Selain menawarkan manfaat kesehatan, inovasi ini juga memiliki nilai penting dalam aspek keberlanjutan lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah kulit kopi yang sebelumnya tidak terkelola dengan baik, produk CARE TEA diharapkan mampu mengurangi potensi pencemaran sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat, khususnya di daerah sentra produksi kopi.
Tim mahasiswa berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif minuman herbal lokal yang sehat, alami, dan bernilai gizi tinggi. Selain itu, pengembangan CARE TEA juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat potensi produk berbasis kearifan lokal dari Aceh.

Leave a comment