Banda Aceh, 9 Maret 2026 – Pengurus Masjid Jamik Al-Wustha Dusun Rawasakti, Gampong Jeulingke, menggelar peringatan Nuzulul Qur’an pada Ahad malam, 8 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, serta unsur perangkat gampong dan tamu undangan lainnya.

Peringatan yang digelar di pelataran masjid itu diawali dengan berbuka puasa bersama melalui khanduri Kuah Beulangong, hidangan khas Aceh yang dimasak secara gotong royong oleh warga. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan ibadah shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz Mirza Nanda, S.Pd. Suasana masjid tampak ramai sejak sebelum Magrib, ketika masyarakat mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut.

Ketua Panitia Peringatan Nuzulul Qur’an Masjid Jamik Al-Wustha, Dr. Muhammad Zulhilmi, M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat di lingkungan Dusun Rawasakti. Ia juga mengapresiasi partisipasi warga yang secara sukarela berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dan kebersamaan seluruh masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kebersamaan umat,” ujar Dr. Muhammad Zulhilmi, M.A. kepada media.

Dalam kesempatan tersebut, Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, S.Kom., turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus masjid dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan tersebut dengan baik. Ia menilai peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya memperkuat nilai spiritual masyarakat, tetapi juga mempererat kebersamaan warga gampong.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus menghidupkan syiar Islam di tengah lingkungan gampong. Kami sangat mengapresiasi pengurus Masjid Jamik Al-Wustha dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Zulhan menjelaskan.

Sementara itu, dalam tausiah utamanya, Ustadz H. Mursalin Basyah, Lc., M.A., dai lulusan Universitas Al-Azhar, menyampaikan penjelasan tentang makna dan sejarah turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia sebelum kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril.

Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan umat Islam dengan kitab suci. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan.

“Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Karena itu mari kita hidupkan rumah dan keluarga kita dengan tilawah Al-Qur’an, mempelajari maknanya, serta menjadikannya sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ustadz Mursalin di hadapan jamaah.

Setelah rangkaian tausiah dan shalat tarawih plus witir, kegiatan dilanjutkan dengan Khanduri Kupi Al Wustha di halaman masjid yang diikuti seluruh jamaah dan warga sekitar. Menu utama yang disajikan adalah minuman kopi, teh tarik, sanger dan susu utk anak anak, termasuk kurma yang disajikan sebagai pelengkap hidangan malam itu. Selain itu, tersedia pula berbagai hidangan lain yang dibawa oleh masyarakat secara gotong royong sebagai bentuk partisipasi dan kebersamaan.

Suasana keakraban tampak terasa ketika warga duduk bersama menikmati sajian hidangan sambil ngopi itu. Tradisi kebersamaan ini tidak hanya menjadi bentuk syukur dalam memperingati turunnya Al-Qur’an, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga di lingkungan Dusun Rawasakti.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Wustha, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., yang juga Guru Besar Universitas Syiah Kuala, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memakmurkan masjid sekaligus memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum penting untuk mengingatkan umat Islam agar kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mempererat kebersamaan warga. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan dan pembinaan umat,” ujar Prof. Rahmat Fadhil menguraikan.

Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, pengurus Masjid Jamik Al-Wustha berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi keagamaan yang memperkuat nilai spiritual dan sosial masyarakat di Gampong Jeulingke, khususnya di lingkungan Dusun Rawasakti. [kim]

Leave a comment