Banda Aceh, 5 Maret 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kegiatan tausiah Ramadhan yang menghadirkan Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., pada Kamis (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta anggota Dharma Wanita Fakultas Pertanian. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Abdi Wahab, mantan Rektor USK periode 2002–2006.

Kegiatan tausiah Ramadhan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Pertanian dengan Dharma Wanita Fakultas Pertanian yang secara rutin menyelenggarakan ajang silaturahmi bulanan. Khusus pada bulan Ramadhan ini, kegiatan difokuskan pada penguatan nilai-nilai spiritual melalui tausiah yang bertema “Ramadhan: Momentum Tazkiyatun Nafs dan Madrasah Kesabaran.”

Ketua Dharma Wanita Fakultas Pertanian, Dr. Zuraida, S.E., MBA., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas spiritual seluruh sivitas akademika. Ia berharap momentum Ramadhan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan di lingkungan fakultas.

“Melalui kegiatan ini kita berharap Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran spiritual yang mampu membentuk karakter sabar, ikhlas, dan peduli terhadap sesama,” ujar Dr. Zuraida.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tausiah tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini sangat penting dalam membangun keseimbangan antara pengembangan intelektual dan spiritual di lingkungan akademik.

“Semoga kegiatan tausiah Ramadhan ini dapat memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas spiritual sivitas akademika Fakultas Pertanian dalam menjalani ibadah di bulan suci ini,” ungkapnya.

Dalam tausiahnya, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag. menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan tazkiyatun nafs, yaitu proses penyucian jiwa dari berbagai sifat negatif. Menurutnya, puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan sarana pendidikan jiwa yang membentuk karakter spiritual yang lebih baik.

Beliau menjelaskan bahwa konsep tazkiyatun nafs berkaitan erat dengan proses pembersihan hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, dan kesombongan, sekaligus menumbuhkan sifat-sifat terpuji seperti keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur.

Selain itu, Ramadhan juga disebut sebagai madrasah kesabaran, yakni proses pendidikan jiwa yang melatih manusia untuk mengendalikan diri, memperkuat keteguhan hati, serta menumbuhkan sikap sabar, ridha, dan tawakal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Dalam penjelasannya, Prof. Mujiburrahman juga mengutip firman Allah dalam Surat Al-A‘raf ayat 172 yang menjelaskan tentang perjanjian primordial manusia dengan Allah, yang dikenal sebagai Mitsaq al-Alast.

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’” (QS. Al-A‘raf: 172).

Menurutnya, ayat tersebut menegaskan bahwa setiap manusia sejak awal telah memiliki fitrah untuk mengenal Allah. Oleh karena itu, Ramadhan menjadi momentum untuk kembali menyadari fitrah tersebut melalui berbagai ibadah seperti puasa, salat tarawih, tilawah Al-Qur’an, zakat fitrah, dan berbagai amal saleh lainnya.

“Ramadhan sering disebut sebagai madrasah ruhiyah, yaitu sekolah spiritual bagi umat Islam. Di bulan ini manusia dilatih untuk membersihkan jiwa, memperkuat iman, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah serta sesama manusia,” jelasnya.

Kegiatan tausiah berlangsung dengan penuh khidmat dan diakhiri dengan doa bersama. Sebagai bentuk kebersamaan dan berbagi di bulan suci, Dharma Wanita Fakultas Pertanian juga membagikan bingkisan Ramadhan berupa kurma tangkai dalam kotak kepada para peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh sivitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dapat menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas spiritual dalam kehidupan akademik maupun sosial di masyarakat.

Leave a comment