BIREUEN 28 Februari 2026 – Kegiatan PKM Mahasiswa Berdampak Green House Dome berbasis Internet of Things (IoT) dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) resmi dilepaskan oleh Pemerintah Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Pelepasan berlangsung 24 Februari 2026 pada pukul 11.00 WIB di Desa Meuse dan Desa Lhoknga, dua wilayah yang sebelumnya terdampak banjir. Rombongan mahasiswa dan tim pengabdian dilepas langsung oleh Camat Kuta Blang, Erijal, S.TP., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa yang telah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan fokus pendampingan teknologi pertanian kepada masyarakat.

Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa didampingi oleh tim pengabdian yang dipimpin Bambang Sukarno Putra, S.TP., M.Si. sebagai ketua, bersama anggota Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P. dan Dr. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si. Program ini menghadirkan inovasi Green House Dome berbasis IoT sebagai solusi untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat pascabencana.

Teknologi Green House Dome memungkinkan pengelolaan lingkungan budidaya tanaman secara terkontrol, adaptif, dan berkelanjutan. Sistem berbasis IoT tersebut mampu memantau kondisi suhu, kelembapan, dan kebutuhan tanaman secara real time sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun berada di wilayah rawan banjir.Selain penerapan teknologi, mahasiswa juga aktif melakukan pendampingan dan edukasi kepada warga terkait praktik budidaya yang lebih efisien dan modern. Program ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Camat Kuta Blang, Erijal, S.TP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dan tim pengabdian. Ia menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pascabencana.
“Kami berterima kasih atas kehadiran mahasiswa USK yang membawa solusi nyata. Teknologi ini sangat membantu masyarakat dalam membangun kembali sektor pertanian yang sempat terdampak banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lhoknga, Siful Amri, menyatakan bahwa pendampingan yang dilakukan mahasiswa memberikan pengetahuan baru bagi petani setempat. Ia berharap program ini dapat berkelanjutan sehingga masyarakat semakin mandiri dalam mengelola pertanian berbasis teknologi. Kepala Desa Meuse, Salmadi, juga mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga semangat dan motivasi bagi warga untuk bangkit dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Melalui kegiatan PKM Mahasiswa Berdampak ini, Fakultas Pertanian USK menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Program Green House Dome IoT diharapkan menjadi model pertanian adaptif di daerah terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Leave a comment