BANDA ACEH – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Masjid Al-Wustha, Jeulingke, pada Senin malam (23/2/2026) dengan sajian ngopi bersama bakda tarawih. Melalui kegiatan Khanduri Kupi Al-Wustha, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Wustha Jeulingke menghadirkan ruang silaturahmi bagi jamaah usai menunaikan shalat tarawih dan witir.

Kegiatan yang mengusung tema “Kebersamaan dalam Secangkir Keberkahan” ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga. Jamaah disuguhi kopi, sanger, teh tarik, serta aneka makanan ringan yang disiapkan panitia sebagai bentuk pelayanan dan kebersamaan dalam menyemarakkan Ramadhan.

Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Muhammad Shiddiq, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Khanduri Kupi bukan sekadar menikmati hidangan, melainkan membangun ruang interaksi yang hangat dan penuh nilai ibadah. “Kami ingin menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat kebersamaan umat. Dari secangkir kopi, lahir percakapan, persaudaraan, dan semangat berbagi. Inilah keberkahan Ramadhan yang ingin kita rawat bersama,” ujarnya.


Senada dengan itu, Sekretaris Panitia, Ustadz Muhammad Rizki Palhan, menambahkan bahwa antusiasme jamaah terus meningkat dari waktu ke waktu. Menurutnya, kegiatan ini menjadi media efektif untuk mempererat hubungan generasi muda dan orang tua dalam suasana religius yang santai. “Alhamdulillah, jamaah sangat merespons positif. Kami melihat interaksi yang cair, diskusi keagamaan yang ringan, dan semangat gotong royong yang tumbuh. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan sederhana seperti ini memiliki dampak besar,” katanya.

Dukungan penuh juga datang dari Ketua BKM Al-Wustha Jeulingke, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc. Ia mengapresiasi inisiatif panitia yang dinilai mampu menghadirkan suasana Ramadhan yang lebih hidup dan bermakna. “Masjid harus menjadi pusat peradaban dan penguatan sosial masyarakat. Khanduri Kupi adalah contoh nyata bagaimana kegiatan sederhana mampu mempererat ukhuwah, membangun kepedulian, dan menumbuhkan semangat berbagi. Kami sangat mendukung keberlanjutan kegiatan ini,” ungkapnya. Sebagaimana diketahui bahwa Khanduri Kupi Al Wustha ini merupakan tahun kedua pelaksanaannya, setelah juga sukses dilaksanakan pada tahun yang lalu.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Keuchik Gampong Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, S.Kom. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi positif antara pengurus masjid dan masyarakat. “Kami atas nama pemerintah gampong sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain mempererat silaturahmi, Khanduri Kupi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kekompakan warga. Semoga menjadi agenda rutin yang terus membawa keberkahan bagi Gampong Jeulingke,” tuturnya.

Dengan suasana hangat, canda yang santun, dan doa-doa yang terpanjat selepas ibadah, Khanduri Kupi Al-Wustha menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merajut kebersamaan dalam secangkir keberkahan.

Leave a comment