
BANDA ACEH – Kegiatan Mukhayyam Al-Qur’an Aceh III digelar pada Jumat–Ahad, 2–4 Ramadhan 1447 H atau bertepatan dengan 20–22 Februari 2026, bertempat di Hotel Grand Aceh Syariah. Kegiatan ini mengusung tema “Raih Pribadi Qurani, Lahirkan Generasi Bertakwa Pembangun Negeri Indonesia Maju.”
Sebanyak 105 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh mengikuti kegiatan yang juga menjadi bagian dari Forum Majelis Quran Wilayah tersebut. Para peserta terdiri dari pembina dan aktivis Al-Qur’an yang berkomitmen memperkuat pembinaan karakter Qurani di daerah masing-masing.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Wustha Jeulingke, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., yang juga Guru Besar di Universitas Syiah Kuala, menjadi pembicara pada penutupan kegiatan. Dalam paparannya, ia menguraikan nilai-nilai Al-Qur’an yang relevan dengan pembentukan pribadi Qurani sebagaimana tercermin dalam tema kegiatan.
Menurutnya, pribadi Qurani adalah individu yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, baik dalam aspek akidah, ibadah, maupun muamalah. Ia menegaskan bahwa generasi bertakwa tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia maju.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dihafal, tetapi harus diinternalisasi dalam karakter dan diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya di hadapan peserta.
Kegiatan ini turut didukung oleh Yakesma Aceh, Rumah Zakat, WAMY, dan Rumah Amal Universitas Syiah Kuala. Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi lembaga dalam memperkuat gerakan pembinaan Al-Qur’an di Aceh.
Panitia menyampaikan bahwa Mukhayyam Al-Qur’an Aceh III diharapkan menjadi momentum penguatan jaringan Majelis Quran di tingkat wilayah, sekaligus melahirkan kader-kader pembina yang mampu membangun peradaban berbasis nilai-nilai Qurani di tengah masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mengimplementasikan hasil pembinaan di daerah masing-masing serta terus menjaga semangat kolaborasi dalam membumikan Al-Qur’an di Aceh.

Leave a comment