BIREUEN, 22 Februari 2026 — Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) resmi kembali ke kampus setelah menuntaskan pengabdian selama 20 hari dalam Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat untuk Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026.

Prosesi penjemputan berlangsung pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Meunasah Desa Rancong, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Keuchik Gampong Rancong, Camat Kuta Blang, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Alquran, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa. Dalam kesempatan itu, mahasiswa berbagi pengalaman selama mendampingi masyarakat, mulai dari pelaksanaan program pemberdayaan hingga pembelajaran sosial yang mereka peroleh di lapangan. Mereka menilai keterlibatan langsung bersama warga menjadi ruang belajar yang memperkuat empati, kepemimpinan, serta kemampuan kolaborasi.

Keuchik Rancong, Junaidi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dosen dan mahasiswa selama program berlangsung. Ia menegaskan bahwa kehadiran tim pengabdi membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui hibah inovasi alat penyaringan air minum yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih pascabencana.

Ketua Tim Pengabdi, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, M.Sc., turut menyampaikan terima kasih atas dukungan dan penerimaan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Ia menekankan bahwa pengabdian tidak berhenti saat program selesai, melainkan harus menjadi bagian dari karakter mahasiswa sebagai agen perubahan. Mahasiswa, ujarnya, diharapkan terus menjaga semangat memberi manfaat di mana pun berada.

Sementara itu, Camat Kuta Blang, Erizal, S.TP., M.M., berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat. Ia menilai sinergi antara USK, pemerintah gampong, dan kecamatan menjadi fondasi penting dalam mempercepat pemulihan serta memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah yang rawan terdampak bencana.

Penutupan program ditandai dengan pelepasan jas almamater secara simbolis sebagai penanda berakhirnya masa tugas mahasiswa di Desa Rancong. Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan logistik dan peralatan inovasi untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan dan komitmen kolektif dalam melanjutkan upaya pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, USK kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga menghadirkan pengabdian yang terukur serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Leave a comment