
Aceh Tengah — Universitas Syiah Kuala melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kebencanaan kembali menegaskan perannya dalam pengabdian masyarakat dengan menginisiasi aksi sosial kemanusiaan di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pemulihan fasilitas ibadah dan lingkungan permukiman warga yang terdampak bencana banjir dan longsor pada tahun 2025.
Rumah ibadah yang menjadi simpul aktivitas sosial-keagamaan masyarakat setempat menjadi prioritas utama dalam program pemulihan. Para mahasiswa secara kolaboratif melakukan pembersihan area masjid dan meunasah, pengecatan ulang dinding, serta penyaluran bantuan berupa perlengkapan ibadah kepada pengurus setempat. Aksi gotong royong ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga pada pemulihan ruang sosial warga pascabencana.
Program bakti sosial tersebut terlaksana melalui sinergi lintas unit di lingkungan kampus dengan melibatkan Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi, Direktorat Kewirausahaan dan Alumni, Alumni USK Wilayah Aceh Tengah, serta mahasiswa Program Mahasiswa Berdampak. Keterlibatan UKM Fastana, UKM Menwa, UKM Pramuka, dan UKM KSR PMI USK mencerminkan kolaborasi multidisipliner sebagai model pengabdian perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Direktur Direktorat Kewirausahaan dan Alumni USK, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., menegaskan bahwa pengabdian ini merupakan manifestasi tanggung jawab sosial kampus yang berkelanjutan. “Perguruan tinggi tidak boleh terpisah dari realitas sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, USK menempatkan diri sebagai mitra strategis masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana. Mahasiswa belajar tentang empati, kolaborasi, dan ketangguhan sosial, sementara masyarakat merasakan kehadiran kampus sebagai bagian dari solusi,” ujarnya.
Dukungan pemerintah daerah disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tengah, Drs. Alam Syuhada, M.M., yang mengapresiasi kepedulian civitas akademika USK terhadap masyarakat di wilayah terdampak. Ia menilai, kehadiran mahasiswa dan alumni dalam kerja bakti pemulihan rumah ibadah memberikan dampak langsung terhadap percepatan pemulihan ruang sosial warga. Dalam kesempatan yang sama, ia juga secara resmi membuka rangkaian kegiatan dan menyambut kedatangan tim pengabdian dari USK.
Apresiasi turut disampaikan Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, yang menilai kegiatan ini merepresentasikan peran tridarma perguruan tinggi secara utuh. “Pengabdian masyarakat merupakan pilar penting selain pendidikan dan riset. Semangat meuseuraya yang dihidupkan mahasiswa mencerminkan kearifan lokal Aceh yang sejalan dengan visi USK sebagai kampus yang humanis dan berorientasi pada penguatan ketahanan masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Marwan berharap inisiatif pengabdian semacam ini dapat terintegrasi dengan proses pembelajaran mahasiswa secara berkelanjutan. Dengan demikian, kehadiran kampus di wilayah terdampak bencana tidak bersifat episodik, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ketangguhan sosial dan lingkungan.
Melalui aksi sosial terpadu ini, UKM Kebencanaan USK tidak hanya berkontribusi pada pemulihan fisik fasilitas ibadah, tetapi juga memperkuat jejaring sosial antara civitas akademika dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya solidaritas dalam menghadapi risiko kebencanaan di Aceh Tengah.

Leave a comment