
Banda Aceh Minggu 8 Februari 2026 — Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, penceramah Tgk. H. Sri Darmawan mengajak jamaah untuk menghindari sejumlah perilaku yang dapat menghalangi seseorang meraih keutamaan Lailatul Qadar. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Tarhib Ramadhan yang digelar di Masjid Al-Wustha, Dusun Rawa Sakti, Gampong Jeulingke, Banda Aceh, Minggu (8/2) usai salat Magrib.
Tgk. Sri Darmawan menjelaskan bahwa Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya pada malam Lailatul Qadar. Namun, tidak semua orang dapat meraih keutamaannya apabila masih terjerat dalam perilaku tercela. Ia menyebutkan empat golongan yang berpotensi terhalang dari kemuliaan tersebut.
“Di antaranya adalah orang yang mengonsumsi khamar, anak yang durhaka kepada orang tua, mereka yang bermusuhan atau bertengkar dengan sesama muslim, serta orang yang memutus tali silaturahmi,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Selain itu, Sri Darmawan mengutip pandangan Imam Nawawi tentang tiga tingkatan kemuliaan bagi orang yang berpuasa, yakni martabat takwa, rida, dan syukur. Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum penting untuk membangun kesalehan pribadi dan sosial.
“Ramadhan merupakan bulan maghfirah, bulan penuh ampunan. Ini menjadi kesempatan besar untuk memperbaiki diri, meluruskan hubungan antar sesama, serta memperkuat kedekatan dengan Allah SWT. Momentum ini seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Wustha, Prof. Dr. Ir. Rahmat Fadhil, S.TP., M.Sc., menyampaikan bahwa pelaksanaan Tarhib Ramadhan tersebut memiliki arti penting dalam mempersiapkan mental dan spiritual jamaah sebelum memasuki bulan suci.
“Kegiatan seperti ini sangat relevan untuk membangun kesiapan jamaah menyambut Ramadhan. Masjid Al-Wustha ingin terus berperan sebagai ruang pembinaan umat, baik dalam aspek ibadah maupun penguatan nilai-nilai kebersamaan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Keuchik Jeulingke, H. Zulhan Hanafiah, S.Kom. Ia menyebutkan bahwa program keagamaan di masjid sejalan dengan upaya pemerintah gampong dalam memperkuat kehidupan religius masyarakat.
“Kami mendukung penuh kegiatan keagamaan di gampong, karena selain meningkatkan kualitas keimanan, kegiatan di masjid juga mempererat ukhuwah dan solidaritas sosial warga,” katanya.
Kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut ditutup dengan makan bersama yang disiapkan oleh panitia masjid. Suasana kebersamaan jamaah usai salat Isya berjamaah menjadi penanda kuatnya semangat ukhuwah dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Leave a comment