BIREUEN – Kegiatan PKM Mahasiswa Berdampak Green House Dome berbasis Internet of Things (IoT) dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) resmi diterima oleh Pemerintah Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Penyambutan berlangsung pukul 16.00 WIB di Desa Meuse dan Desa Loknga, dua wilayah yang termasuk daerah terdampak banjir.

Rombongan mahasiswa dan tim pengabdian diterima langsung oleh Camat Kuta Blang, Erijal, S.TP., M.Si. Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 mahasiswa yang akan melaksanakan pendampingan teknologi pertanian kepada masyarakat.

Peserta kegiatan didampingi oleh Wakil Dekan III Fakultas Pertanian USK Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc. serta Abdullah, S.E. dari Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian. Tim pengabdian dipimpin oleh Bambang Sukarno Putra, S.TP., M.Si. sebagai ketua pengabdian, bersama anggota Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P. dan Dr. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si.

Program ini bertujuan menghadirkan peran nyata mahasiswa sebagai agen perubahan melalui penerapan Green House Dome berbasis IoT untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat pascabencana banjir. Teknologi tersebut memungkinkan pengelolaan lingkungan budidaya tanaman secara terkontrol, adaptif, dan berkelanjutan sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.

Selain penerapan teknologi, mahasiswa juga melakukan pendampingan dan edukasi kepada warga terkait praktik budidaya yang lebih efisien. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung.

Dalam sambutannya, Camat Kuta Blang Erijal menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini sebagai proses belajar dua arah.

“Gunakan ilmu yang dipelajari agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Desa Meuse dan Loknga. ‘Curi’ ilmu dari masyarakat desa untuk bekal masa depan. Dan yang paling utama adalah menjaga adab selama berada di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena kegiatan tersebut berasal dari almamaternya. Erijal merupakan alumni Program Studi Teknik Pertanian angkatan 1998 yang telah berpengalaman memimpin beberapa kecamatan di Kabupaten Bireuen, termasuk Kecamatan Kuta Blang yang menjadi salah satu wilayah terdampak banjir.

Wakil Dekan III Fakultas Pertanian USK, Dr. Indera Sakti Nasution, menegaskan bahwa program ini mencerminkan semangat “Mahasiswa Berdampak”, yakni mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi hadir membawa solusi nyata bagi masyarakat.

Melalui program Green House Dome IoT ini, Fakultas Pertanian USK berharap masyarakat dapat memiliki sistem budidaya yang lebih tahan terhadap kondisi pascabencana, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman penting dalam membangun empati sosial, kemampuan teknis, dan kepemimpinan di lapangan.

Leave a comment