
BANDA ACEH, 12 Januari 2025 — Universitas Syiah Kuala (USK) memasuki fase penting dalam proses pemilihan rektor periode 2026–2031. Melalui forum penyampaian visi, misi, dan program kerja, enam bakal calon rektor tampil memaparkan gagasan strategis untuk membawa USK menjadi kampus berkelas nasional dan internasional.
Dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si., agenda tersebut berlangsung dinamis dan dipenuhi optimisme. Para kandidat memanfaatkan momentum itu untuk menampilkan inovasi, strategi akademik, dan arah kebijakan yang diyakini mampu memperkuat daya saing kampus di tengah kompetisi global pendidikan tinggi.
Setelah melalui proses penyaringan yang ketat, MWA kemudian menetapkan tiga nama yang berhak melangkah ke tahap pemilihan berikutnya. Mereka adalah:
- Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si. IPU
- Prof. Dr. Ir. Marwan
- Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A
Ketiganya merupakan figur akademik dengan rekam jejak panjang dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian, serta memiliki kontribusi nyata terhadap kemajuan USK selama ini. MWA menilai mereka memiliki visi strategis dan kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks, termasuk transformasi digital kampus, internasionalisasi pendidikan, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi.
Dalam laporan sementara, MWA menyampaikan bahwa seluruh tahapan berjalan kondusif dan penuh harapan. USK kini berada pada momentum penting untuk memilih sosok pemimpin yang mampu menjaga reputasi akademik, memperluas jejaring internasional, sekaligus memperkuat kontribusi kampus bagi pembangunan daerah dan nasional.
“Alhamdulillah, proses berjalan baik. Semoga USK tetap menjadi kampus terbaik nasional di bawah kepemimpinan rektor terpilih nantinya,” demikian harapan yang disampaikan dalam laporan resmi MWA.
Tahap berikutnya akan menjadi penentu bagi arah baru USK lima tahun ke depan. Civitas akademika pun menantikan siapa yang akhirnya akan dipercaya memimpin kampus kebanggaan Aceh memasuki era persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. (BSP)

Leave a comment