
BANDA ACEH, 12 Januari 2025 — Universitas Syiah Kuala (USK) memasuki fase krusial dalam pemilihan Rektor periode 2026–2031. Enam bakal calon sebelumnya telah memaparkan visi, misi, dan program kerja dalam forum resmi yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si.
Forum tersebut berjalan dinamis dan penuh optimisme. Para kandidat mengusung gagasan terkait transformasi akademik, penguatan penelitian, internasionalisasi kampus, tata kelola pendidikan tinggi, hingga daya saing USK pada level nasional maupun global.
Usai melalui proses penyaringan, MWA menetapkan tiga nama kandidat yang berhak melaju ke tahap pemilihan berikutnya. Mereka adalah:
- Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU
- Prof. Dr. Ir. Marwan
- Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A
Ketiga akademisi tersebut dinilai memiliki rekam jejak panjang, kapasitas kepemimpinan, serta visi strategis dalam memajukan USK di tengah dinamika pendidikan tinggi.
Salah satu kandidat yang melaju ke tahap akhir adalah Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, seorang profesor dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala. Ia merupakan dosen tetap pada Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian USK.

Di bidang pendidikan, Prof. Agussabti meraih gelar Sarjana (Ir.) dari Program Sosial Ekonomi Pertanian USK pada 1991, kemudian melanjutkan studi Magister (M.Si.) dan Doktor (Dr.) pada bidang Penyuluhan Pembangunan di Institut Pertanian Bogor (IPB) masing-masing pada 1997 dan 2002.
Karier akademiknya mencatatkan sejumlah jabatan penting di lingkungan USK. Beliau mulai menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik sejak Mei 2022, setelah sebelumnya mengemban posisi Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan. Bidang penelitian utamanya meliputi ketahanan pangan, ekonomi pertanian, kebijakan pendidikan pertanian, teknologi, serta pertanian cerdas (smart farming).
Selain beliau kampus, Prof. Agussabti aktif dalam organisasi profesi dan komunitas akademik. Ia tercatat terpilih sebagai Ketua Himpunan Alumni IPB Wilayah Aceh.
MWA menyampaikan bahwa seluruh proses pemilihan berlangsung kondusif dan sesuai mekanisme. Sejumlah civitas akademika menyambut baik dinamika tersebut, mengingat USK kini berada dalam transisi penting untuk memperkuat reputasi nasional serta meningkatkan penetrasi akademik pada level internasional.
“Alhamdulillah, proses berjalan baik. Semoga USK tetap menjadi kampus terbaik nasional di bawah kepemimpinan rektor terpilih nantinya,” demikian disampaikan dalam laporan resmi MWA.
Tahap final pemilihan kini menjadi penentu arah baru USK lima tahun ke depan. Civitas akademika menantikan sosok yang akan membawa kampus kebanggaan Aceh ini menuju daya saing yang lebih kokoh di tengah persaingan global pendidikan tinggi.

Leave a comment