BANDA ACEH 10 Januari 2025 — Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Provinsi Aceh mulai menyalurkan bantuan tahap pertama bagi warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah kabupaten di Aceh. Bantuan ini berasal dari penggalangan donasi yang dilakukan sejak awal masa tanggap darurat.

Data terbaru mencatat total donasi yang berhasil dihimpun sebesar Rp 70.150.000 hingga Sabtu, 3 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, Rp 26.767.000 disalurkan sebagai bantuan langsung, Rp 4.185.000 untuk perlengkapan penunjang, serta Rp 2.213.000 untuk operasional penyaluran.

Bantuan logistik yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar seperti sembako, pakaian, karpet, sanitary pads, serta popok bayi. Selain itu, sebagian bantuan digunakan untuk mendukung fasilitas komunikasi dan internet guna memperkuat koordinasi lapangan selama masa darurat.

Penyaluran bantuan tahap pertama mencakup sejumlah kabupaten terdampak, di antaranya Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Wilayah tersebut sebelumnya mengalami dampak banjir dan longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Pengurus HA IPB Aceh menyatakan bahwa penyaluran bantuan tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Tahap kedua yang akan dilakukan dalam waktu dekat akan fokus pada penyediaan fasilitas air bersih berkelanjutan, terutama bagi wilayah yang mengalami kerusakan sanitasi dan gangguan distribusi air bersih.

“Alhamdulillah penyaluran tahap pertama untuk tanggap darurat sudah tersalurkan ke beberapa titik terdampak bencana. InsyaAllah dalam waktu dekat HA IPB Aceh akan bergerak kembali ke daerah tengah Aceh untuk melaksanakan penyaluran tahap kedua dalam bentuk bantuan fasilitas air bersih berkelanjutan,” tulis pengurus dalam laporan perkembangannya.

Ketua HA IPB Aceh, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, mengatakan bahwa bantuan pasca bencana perlu menjangkau fase pemulihan, bukan hanya darurat.

“Pada tahap awal, kebutuhan masyarakat adalah logistik dasar. Namun pasca banjir, persoalan air bersih menjadi krusial. Karena itu tahap kedua akan difokuskan pada dukungan fasilitas air bersih berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas harian dengan normal,” ujar Prof. Agussabti.

Menurutnya, partisipasi alumni dan donatur menjadi bagian penting dari gerakan sosial ini.

“Kami berterima kasih kepada seluruh donatur, baik individu maupun organisasi alumni. Semoga kontribusi yang diberikan dapat membantu percepatan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak,” katanya.

Program donasi ini turut didukung oleh berbagai jaringan alumni IPB, termasuk Aksi Relawan Mandiri (ARM), Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Himpunan Alumni Sekolah Vokasi, Agrinita IPB, serta donatur individual.

Pengurus HA IPB Aceh juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi dan penggalangan bantuan.

Leave a comment