
Aceh Tengah 28 Desember 2025 — Prof. Dr. Muhammad Yasir, M.A. menyampaikan tausiah bertema “Syukur dan Sabar” dalam sebuah kajian keislaman yang berlangsung di Masjid Ruhama, Aceh Tengah, pada Minggu (28/12/2025). Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya sikap syukur dan sabar sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Prof. Yasir mengawali tausiah dengan mengisahkan peristiwa ketika Umar bin Khattab r.a. melihat seorang sahabat berdoa di depan Ka’bah dengan permohonan, “Ya Allah, jadikan aku bagian dari golongan yang sedikit.” Ketika Umar r.a. menanyakan maksud doa tersebut, sahabat itu menjelaskan bahwa ia ingin termasuk golongan manusia yang selalu bersyukur. Kisah ini, menurut Prof. Yasir, menunjukkan bahwa orang-orang yang benar-benar bersyukur jumlahnya sedikit, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
Lebih lanjut, Prof. Yasir menjelaskan bahwa Al-Qur’an banyak menyebutkan istilah seperti ujian, musibah, bala, fitnah, dan azab. Ujian merupakan ketetapan Allah yang akan dialami oleh setiap manusia tanpa terkecuali. Ia mencontohkan ujian berat yang dialami Nabi Ibrahim a.s. ketika diperintahkan meninggalkan keluarganya di lembah Bakkah. Ujian tersebut, kata dia, dapat hadir dalam berbagai bentuk seperti rasa takut, kelaparan, kehilangan harta, hingga kesulitan hidup lainnya. Namun, Allah menjanjikan kabar gembira bagi orang-orang yang mampu bersabar.

Menurutnya, musibah tidak selalu bermakna penderitaan atau kesulitan. Hal-hal yang tampak positif seperti jabatan, rezeki melimpah, dan harta yang banyak juga merupakan bentuk ujian dari Allah. Oleh karena itu, orang-orang yang memiliki keimanan dan ketakwaan akan menyikapi setiap keadaan dengan kesadaran bahwa semuanya berasal dari Allah, hingga mampu mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” sebagai bentuk kepasrahan dan keimanan.
Dalam tausiahnya, Prof. Yasir juga memaparkan tiga cara mitigasi risiko kehidupan berdasarkan ajaran Al-Qur’an. Pertama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan mengembalikan segala urusan kepada Allah, karena iman dan takwa akan membuka jalan keluar serta mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Kedua, memperbanyak istighfar, yang diyakini dapat mendatangkan berbagai kebaikan sekaligus mengurangi risiko dan kesulitan hidup. Ketiga, memperbanyak sedekah, sebab rezeki yang dikeluarkan di jalan Allah akan menjadi pelindung dari api neraka.
Menutup tausiahnya, Prof. Dr. Muhammad Yasir mengingatkan jamaah bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan sepenuhnya milik Allah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat untuk senantiasa bersyukur dan bersabar atas segala ketentuan yang diberikan Allah dalam kehidupan.

Prof Yasir hadir di wilayah tengah (Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah) dalam misi kemanusiaan bersama Solidarity Initiative Fund (SIFUND) Aceh, sebuah lembaga kemanusiaan lokal. Beliau yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menyempatkan diri mendatangi beberapa tempat musibah banjir dan longsor di kedua kabupaten tersebut. Malam harinya sempat berkoordinasi dengan Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, di Masjid Ruhama Takengon juga turut membersamai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL.

Leave a comment