
Pidie Jaya — Pada akhir November 2025, wilayah Aceh dilanda bencana banjir dan longsor dahsyat akibat hujan deras yang berlangsung berhari-hari. Luapan sungai besar seperti Krueng Meureudu menyebabkan air banjir meluap ke pemukiman penduduk, merendam rumah-rumah warga, fasilitas umum, dan kawasan sekolah. Di Kabupaten Pidie Jaya, banjir bandang itu membuat ribuan rumah rusak parah, bahkan beberapa bangunan ikut terseret arus deras sehingga memutus akses jalan dan jaringan komunikasi di sejumlah titik.
Warga di beberapa desa seperti Meunasah Lhok dan Meurah Dua terpaksa mengungsi ke fasilitas umum seperti meunasah dan masjid, karena rumah mereka tergenang dan tidak bisa ditinggali. Banyak di antara pengungsi yang harus tidur seadanya di lantai tanpa alas yang layak, sementara kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, serta tempat tidur masih sangat terbatas, Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya terus mengalir. Pada Jumat, 13 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan penyaluran donasi kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di empat desa yang berada di wilayah Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

(Dokumentasi Tim Relawan Prodi MPL)
Kegiatan penyaluran donasi ini menyasar masyarakat di Desa Meunasah Lhok, Desa Beurawan, Desa Meunasah Raya, dan Desa Dayah Kruet. Bantuan disalurkan secara langsung kepada warga guna memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak pascabanjir.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa pakaian layak pakai, minuman, makanan ringan (biskuit), beras, minyak goreng, mie instan, masker medis, serta tikar. Seluruh bantuan tersebut dihimpun sebagai bentuk solidaritas dari Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Khususnya Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan, PEPSILI, Prof Sigit UGM-Perteta dalam kepedulian sosial terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Penyaluran dilakukan dengan melibatkan relawan dan masyarakat setempat, serta mendapat sambutan positif dari warga penerima bantuan. Bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan kesehatan dinilai sangat membantu, khususnya bagi keluarga yang terdampak langsung dan masih dalam tahap pemulihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kondisi bencana. Kegiatan kemanusiaan ini juga menjadi wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam merespons bencana secara cepat dan humanis.

Leave a comment