Banda Aceh — 25 November 2025, Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), melaksanakan kunjungan akademik ke Dinas Pangan Aceh untuk melakukan pengamatan langsung terhadap pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) pada pengelolaan Greenhouse Nakasipan. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Departemen Teknik Pertanian, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si., didampingi Sekretaris Departemen, Dr. Safrizal, S.T., M.Si., serta Dosen Pengampu Mata Kuliah Agrotechnopreneurship, Dr. Ir. Purwana Satriyo, S.TP., MT., IPM. Kunjungan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai implementasi teknologi digital dalam menunjang sistem budidaya modern di bidang pertanian.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Afrizal, SE., M.Si., selaku Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan, bersama jajarannya. Dalam sesi pembukaan, pihak dinas memberikan pemaparan mengenai program-program strategis terkait pengembangan sarana produksi pangan, termasuk pemanfaatan teknologi IoT dalam pengelolaan lingkungan tumbuh tanaman hortikultura di greenhouse binaan pemerintah daerah. Penjelasan mencakup fungsi sensor lingkungan, mekanisme pengumpulan data, sistem kontrol otomatis, serta integrasi data pada platform monitoring.Pada kesempatan tersebut, dosen Teknik Pertanian USK menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian integral dari proses pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Dengan melihat langsung penerapan teknologi IoT, mahasiswa diharapkan dapat memahami hubungan antara teori keteknikan pertanian dengan praktik nyata di instansi pemerintah, khususnya dalam pengelolaan lingkungan tumbuh yang terukur dan berbasis data digital.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan evaluasi terhadap komponen utama sistem IoT yang terpasang di Greenhouse Nakasipan. Pengamatan dilakukan pada beberapa aspek, antara lain sensor suhu dan kelembapan, sistem pencatat data real-time, mekanisme kontrol irigasi otomatis, hingga integrasi data dengan platform monitoring berbasis web. Dari hasil pengamatan, mahasiswa mencatat sejumlah kelebihan seperti peningkatan akurasi pemantauan lingkungan tanaman, efisiensi penggunaan air, serta kemampuan sistem dalam menstabilkan iklim mikro di dalam greenhouse.

Namun demikian, tim juga menemukan sejumlah potensi kelemahan yang perlu diperhatikan, antara lain ketergantungan terhadap jaringan internet yang stabil, perlunya perawatan berkala terhadap sensor-sensor tertentu, serta keterbatasan jangkauan beberapa perangkat yang dapat berdampak pada kualitas data yang dihasilkan. Identifikasi ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak terkait dalam upaya pengembangan sistem yang lebih optimal dan berdaya guna.

Para mahasiswa berpartisipasi aktif dalam dialog bersama tim teknis Dinas Pangan Aceh, menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait konfigurasi sistem, keamanan data, kebutuhan energi, serta peluang pengembangan teknologi IoT menuju sistem pertanian presisi (precision agriculture). Antusiasme mahasiswa mendapat apresiasi positif dari pihak dinas, yang menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan kolaboratif di masa mendatang, baik dalam bentuk penelitian, magang, maupun pengembangan inovasi teknologi.

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara USK dan Dinas Pangan Aceh dalam mendukung kemajuan teknologi pertanian berbasis digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama berkelanjutan yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan daerah serta peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang keteknikan pertanian.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fakultas Pertanian USK menegaskan komitmennya untuk terus mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern, sehingga mampu berkontribusi dalam pembangunan sektor pangan yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan di Aceh.

Leave a comment