
Banda Aceh 15 November 2025 — Upaya memperkuat inovasi daerah kembali dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pusat Mekanisasi Pertanian (PUSMEPTAN) Universitas Syiah Kuala (USK) dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Selatan. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong penerapan teknologi tepat guna (TTG) dan pengembangan riset aplikatif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh optimisme, disaksikan langsung oleh Kepala DPMG Aceh Selatan, Hj. Agustinur, SH, yang turut melakukan peninjauan ke lokasi aktivitas riset dan laboratorium pengembangan teknologi tepat guna di lingkungan Pusmeptan USK.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Dhafir, S.T, M.Si, sebagai kepala PUSMEPTAN USK menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan MoU, melainkan bentuk komitmen nyata untuk menghadirkan solusi inovatif yang dapat membantu pemerintah daerah dalam penguatan ekonomi gampong, peningkatan kapasitas masyarakat, dan modernisasi sektor pertanian.
“Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat penting untuk mendorong inovasi berbasis kebutuhan lapangan. Melalui kerja sama ini, berbagai hasil riset dan teknologi tepat guna dari civitas akademika USK akan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar perwakilan Pusmeptan dalam kesempatan tersebut.
Sementara itu, Kadis DPMG Aceh Selatan, Hj. Agustinur, SH, menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap kolaborasi ini. Ia menilai bahwa teknologi tepat guna yang dikembangkan Pusmeptan USK memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah gampong dalam mengelola sumber daya secara produktif dan berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung kolaborasi ini. Banyak inovasi dari USK yang bisa membantu gampong, mulai dari alat pertanian sederhana, pengolahan hasil, hingga teknologi pendukung ekonomi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan menghasilkan manfaat nyata,” tegasnya.
Selain penandatanganan MoU, kegiatan juga diisi dengan sesi pemaparan riset unggulan serta diskusi teknis mengenai beberapa teknologi yang siap diimplementasikan di Aceh Selatan. Kadis DPMG bersama tim turut meninjau proses uji coba alat, rancangan inovasi, dan aktivitas laboratorium yang selama ini menjadi pusat pengembangan TTG PUSMEPTAN USK, diantaranya budidaya melon berbasis IoT di dalam green house PUSMEPTAN.

Kerja sama ini mencakup beberapa fokus utama, antara lain:
- Hilirisasi produk riset Pusmeptan yang relevan untuk kebutuhan gampong
- Penguatan kapasitas aparatur gampong dalam pemanfaatan teknologi
- Pengembangan unit usaha masyarakat berbasis TTG
- Pendampingan teknis dan evaluasi implementasi alat di lapangan
Dengan adanya MoU ini, Pusmeptan USK semakin memperluas jejaring kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekaligus mendorong percepatan inovasi yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat.
Kerja sama strategis ini diharapkan menjadi babak baru dalam pengembangan teknologi terintegrasi untuk mendukung pembangunan gampong yang mandiri, modern, dan berkelanjutan di Aceh Selatan.

Leave a comment