BANDA ACEH 13 November 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), sebuah Talkshow Ilmiah bertema “Sinergi Inovasi Multi-Sektor untuk Pertanian Berkelanjutan di Aceh” digelar pada Kamis, 13 November 2025, di Multi Purpose Room (MPR) Fakultas Pertanian USK.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber strategis dari berbagai sektor, di antaranya Pimpinan Wilayah Perum BULOG Aceh, Ihsan, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Cut Huzaimah, M.P.

Dalam paparannya, Ihsan dari Perum BULOG Kanwil Aceh menjelaskan pentingnya mekanisasi pengolahan gabah dan beras dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa di era digital menuju 2035, di mana banyak pekerjaan digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), sektor yang berhubungan langsung dengan alam — seperti pertanian, perikanan, logistik, dan properti tanah — akan tetap menjadi sektor vital yang membutuhkan sentuhan manusia.

“Membangun pertanian tanpa mengikuti kemajuan teknologi akan membuat hasil tidak optimal dan semangat petani melemah. Karena itu, perlu sinergi antara petani, pemerintah, pelaku usaha, dan inovator teknologi untuk mewujudkan pertanian yang maju dan berdaya saing,” ujar Ihsan.

Ihsan turut menyoroti Modern Rice Milling Plant dan teknologi seperti color sorter, vacuum packaging, serta smart silo system yang mampu menjaga kualitas gabah dan beras dalam jangka panjang. Menurutnya, teknologi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga soal keberlanjutan — memastikan ketahanan pangan tetap kuat di tengah perubahan iklim dan dinamika pasar global.

Acara yang dipandu oleh Dr. Cut Erika, S.TP., M.Sc. ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas tantangan integrasi teknologi, kebijakan pangan nasional, dan sinergi multi-sektor.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema tahun ini sejalan dengan visi USK sebagai kampus berdampak yang berkontribusi nyata bagi kemandirian pangan Aceh.

“Fakultas Pertanian terus berkomitmen menjadi pusat inovasi dan kolaborasi lintas sektor, mempertemukan dunia akademik, industri, dan kebijakan publik dalam satu ruang gagasan untuk pertanian Aceh yang tangguh,” ungkapnya.

Acara yang dihadiri oleh dosen, mahasiswa, dan praktisi pertanian ini juga menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika USK untuk memperkuat kontribusi riset dan teknologi tepat guna. Dengan sinergi berbagai pihak seperti BULOG, pemerintah, dan lembaga keuangan, diharapkan pertanian Aceh dapat semakin adaptif menghadapi tantangan ketahanan pangan global.

#SinergiUntukPangan
#PertanianBerkelanjutan
#USK61Tahun
#BULOGAceh
#KampusBerdampak

Leave a comment