Banda Aceh, 13 November 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Talkshow Ilmiah bertema “Sinergi Inovasi Multi-Sektor untuk Pertanian Berkelanjutan di Aceh” sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-61 Fakultas Pertanian USK. Acara yang berlangsung di Multi Purpose Room (MPR) Fakultas Pertanian USK ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dan lembaga ekonomi strategis untuk membahas masa depan pertanian Aceh yang tangguh dan berkelanjutan.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., setelah sambutan dari Ketua Panitia Milad ke-61, Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc.
Dalam sambutannya, Prof. Sugianto menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan transformasi pertanian di era global.

“Pertanian Aceh tidak bisa berdiri sendiri. Sinergi akademisi, pemerintah, dan dunia usaha adalah fondasi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan. Fakultas Pertanian USK siap menjadi jembatan dan pusat inovasi untuk kolaborasi tersebut,” ujar Prof. Sugianto.

Talkshow menghadirkan tiga narasumber utama:

  • Ir. Cut Huzaimah, M.P., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh,
  • Ihsan, Pimpinan Wilayah BULOG Aceh.

Acara dipandu oleh Dr. Cut Erika, S.TP., M.Sc. sebagai moderator.

Dalam paparannya, Ir. Cut Huzaimah menjelaskan potensi dan tantangan sektor pertanian Aceh yang mencakup tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Berdasarkan Kepmentan No. 2 Tahun 2025 tentang kawasan pertanian, Aceh memiliki lebih dari 140 komoditas perkebunan, 60 jenis buah-buahan, serta 82 komoditas sayuran unggulan.

Ir. Cut Huzaimah juga memaparkan strategi inovasi yang sedang dijalankan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, antara lain:

  • Optimalisasi lahan sawah dan rawa,
  • Penggunaan alat dan mesin pertanian modern (ALSIN) seperti rice transplanter dan combine harvester,
  • Program bantuan perpipaan dan perpompaan untuk irigasi berkelanjutan,
  • serta hilirisasi komoditas unggulan perkebunan seperti kopi arabika, nilam, kelapa, dan lada.

“Kami tidak hanya fokus pada produksi, tapi juga mendorong hilirisasi agar nilai tambah komoditas pertanian Aceh meningkat di tingkat petani,” jelas Cut Huzaimah.

Dari sisi kebijakan pangan, Ihsan, Pimpinan Wilayah BULOG Aceh, menegaskan bahwa BULOG terus berkomitmen menjaga stabilisasi harga pangan dan penyerapan hasil petani lokal. Melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk USK, BULOG berencana memperkuat rantai pasok beras dan produk pertanian lokal di Aceh.

Ketua Panitia Milad, Dr. Indera Sakti Nasution, menekankan bahwa talkshow ini bukan sekadar bagian dari perayaan milad, tetapi bentuk nyata sinergi keilmuan dengan kebutuhan lapangan.

“Fakultas Pertanian USK ingin menjadi laboratorium hidup bagi ide dan kebijakan pertanian. Hasil diskusi hari ini akan kami tindak lanjuti dalam bentuk penelitian kolaboratif dan kegiatan pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 150 peserta, termasuk dosen, mahasiswa, dan praktisi pertanian, berlangsung dinamis dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Banyak peserta mengapresiasi langkah Fakultas Pertanian USK yang menghadirkan berbagai pihak kunci dalam satu forum lintas sektor.

#MiladFPUSK61 #PertanianBerkelanjutan #BULOGAceh #DistanbunAceh #KampusBerdampak #FakultasPertanianUSK #USKBerkarya #SinergiInovasiPertanian

Leave a comment