
Banda Aceh, 3 November 2025 — Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan belajar dari Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree, Kabupaten Aceh Besar. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi target kurikulum Program Keahlian Usaha Pertanian Terpadu serta memperluas wawasan kewirausahaan dan teknologi pertanian siswa.
Rombongan berjumlah 20 siswa dan didampingi oleh guru pendamping berdasarkan Surat Tugas resmi dari SMK-PP Negeri Saree. Kegiatan dipusatkan di lingkungan Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem serta Pusat Riset Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian (PUSMEPTAN) USK.
Kunjungan dipandu oleh Sekretaris Departemen Teknik Pertanian USK, Dr. Syafrizal, ST, M.Si, bersama tim dosen. Sementara Kepala Departemen, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si., turut mengkoordinir jalannya kegiatan dan memberikan pengenalan program studi, peluang karier, serta fasilitas laboratorium Teknik Pertanian.

Dalam sambutannya, Dr. Idkham menyampaikan pentingnya pengetahuan tentang mekanisasi pertanian sejak dini.
“Masa depan pertanian Indonesia membutuhkan generasi muda yang memahami teknologi, inovasi alat mesin, dan sistem pertanian modern,” jelasnya.
Beliau juga menjelaskan profil akademik Program Studi Teknik Pertanian USK, arah riset dosen, serta peluang bagi siswa SMK untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Selama kunjungan, siswa diperkenalkan dengan berbagai fasilitas unggulan Teknik Pertanian USK, termasuk:
🔧 Laboratorium Bengkel & PUSMEPTAN
🚜 Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian
🌾 Laboratorium Pascapanen
⚙️ Laboratorium Instrumentasi & Elektronik (IE)
Tur laboratorium dipandu oleh sejumlah dosen dan peneliti, di antaranya:
- Dr. Muhammad Dhafir, ST, M.Si (PUSMEPTAN)
- Prof. Dr. Devianti, STP, MP
- Dr. Andriani Lubis, S.TP, M.Si
- Bambang Sukarno Putra, S.TP, M.Si
Mereka menjelaskan berbagai inovasi teknologi pertanian, mesin pengolahan hasil, sistem instrumentasi modern, hingga riset terbaru yang dikembangkan untuk mendukung pertanian presisi dan berkelanjutan.
Beberapa alat dan mesin yang diperlihatkan antara lain mesin perajang, mesin pengolah pascapanen, serta perangkat elektronik untuk pemantauan kondisi pertanian.

Kegiatan juga berlangsung di PUSMEPTAN, pusat riset mekanisasi dan perbengkelan pertanian USK yang dikenal aktif melakukan pelatihan dan riset alat pertanian modern.
“PUSMEPTAN tidak hanya pusat riset, tapi juga pusat inovasi untuk mendukung pertanian mandiri di Aceh,” ungkap Dr. Dhafir.
Para siswa terlihat antusias berdiskusi dan mencoba alat-alat yang diperkenalkan. Mereka juga diberikan motivasi untuk meneruskan pendidikan tinggi dan menjadi pelopor kemajuan pertanian daerah.
Seorang siswa mengungkapkan kesan positifnya:
“Kami jadi lebih paham bagaimana teknologi mendukung pertanian masa depan. Sangat menginspirasi.”
Pihak SMK-PP Negeri Saree menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan pembelajaran langsung yang sangat bermanfaat bagi siswa.
Kepala SMK-PP Negeri Saree, Muhammad Amin, SP, MP, dalam surat permohonan resmi, menegaskan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat pemahaman kewirausahaan dan teknologi pertanian bagi peserta didik.
Kunjungan ini menjadi wujud kolaborasi pendidikan vokasi dan perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda pertanian yang tangguh dan adaptif terhadap teknologi. Fakultas Pertanian USK berharap kegiatan serupa dapat terus meningkatkan kualitas SDM di sektor pertanian Aceh.

Leave a comment