Banda Aceh, 29–30 Oktober 2025 – Departemen Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Industri Pangan, sukses menggelar Pelatihan dan Ujian Kompetensi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam penerapan standar keamanan pangan serta mempersiapkan mereka memperoleh sertifikasi kompetensi di bidang CPPOB.

Pelatihan dilaksanakan pada Rabu, 29 Oktober 2025 di TUK Industri Pangan dan diikuti oleh 18 peserta yang terdiri dari mahasiswa Departemen THP. Kegiatan dibuka oleh Ketua Departemen Teknologi Hasil Pertanian, Dr. Ir. Asmawati, S.TP., M.Sc, yang menekankan pentingnya kompetensi keamanan pangan dalam mendukung peningkatan mutu industri pangan nasional.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari Departemen Teknologi Hasil Pertanian USK, yaitu Dr. Ir. Santi Noviasari, S.TP., M.Si. dan Ir. Cut Nilda, S.TP., M.Sc.

Selama pelatihan, peserta menerima materi teknis dan aplikatif terkait: perancangan manual mutu CPPOB, penyusunan laporan ketidaksesuaian, penerapan program dan prosedur keamanan pangan, Sanitation Standard Operational Procedure (SSOP), simulasi dan latihan praktik lapangan. Peserta juga mengikuti pra-asesmen dari LSP Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan (JMKP) sebagai persiapan menuju sertifikasi kompetensi.

“Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen USK untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing dalam dunia industri pangan, khususnya dalam penerapan standar keamanan pangan,” ujar Ketua Departemen THP dalam sambutannya.

Dr. Santi Noviasari menjelaskan pentingnya pemahaman CPPOB bagi pelaku industri pangan. “CPPOB adalah pondasi utama dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan. Dengan kompetensi ini, peserta akan mampu memastikan produk yang dihasilkan aman, bermutu, dan memenuhi standar regulasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Melly Novita, S.TP., M.Sc, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi mahasiswa atau calon tenaga kerja di sektor industri pangan.

“Melalui pelatihan dan ujian kompetensi CPPOB ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan dan kepercayaan diri peserta untuk terjun ke dunia kerja, sekaligus memperkuat budaya mutu dan keamanan pangan di lingkungan akademik maupun industri,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan pada Kamis, 30 Oktober 2025 dengan pelaksanaan Ujian Kompetensi CPPOB bagi seluruh peserta di lokasi yang sama. Ujian dilakukan untuk menguji pemahaman dan kemampuan praktik peserta dalam menerapkan prinsip CPPOB secara nyata di lingkungan proses produksi.

Dengan rangkaian pelatihan dan ujian kompetensi ini, diharapkan lulusan Departemen THP USK memiliki kemampuan teknis serta penguasaan sistem keamanan pangan yang mumpuni sehingga mampu bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan industri pangan yang berdaya saing tinggi.

Kegiatan berlangsung lancar dan interaktif, serta mendapatkan respons positif dari seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, Departemen THP USK terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang mendukung pengembangan kompetensi dan profesionalisme di bidang teknologi hasil pertanian dan keamanan pangan.

Leave a comment